Ragam
19 May 2026 10:23 WITA
Kupang, NTTzoom.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memperkuat edukasi publik terkait fenomena alam yang muncul di sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Pulau Flores dengan menggandeng ahli geothermal dari Universitas Gadjah Mada.
Ahli geothermal UGM, Pri Utami, menjelaskan bahwa kemunculan lumpur panas dan uap di sejumlah titik merupakan manifestasi alami panas bumi yang telah ada jauh sebelum aktivitas pengeboran proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi dilakukan.
“Manifestasi panas bumi merupakan ekspresi alami dari adanya panas di bawah permukaan bumi. Bentuknya bisa berupa mata air panas, kepulan uap, maupun lumpur panas,” ujarnya.
Ia menerangkan, lumpur panas terbentuk akibat proses geologi ketika fluida panas dari reservoir mendekati permukaan, mengalami kondensasi, lalu berinteraksi dengan lapisan batuan sehingga memunculkan fenomena tersebut.
Manifestasi ini bersifat terbatas dan hanya muncul pada titik-titik tertentu, tidak menyebar luas di permukaan maupun di bawah tanah.
Pri Utami juga meluruskan anggapan yang kerap menyamakan fenomena tersebut dengan kasus Semburan Lumpur Lapindo. Menurutnya, kedua peristiwa memiliki karakteristik dan skala yang sangat berbeda.
“Fenomena ini tidak sama dengan lumpur Lapindo yang berasal dari formasi batuan dalam dan menyebar luas,” tegasnya.
Ia memastikan, lumpur yang muncul bukan berasal dari aktivitas pengeboran geothermal. Lumpur pemboran yang digunakan dalam proses eksplorasi dikelola melalui sistem tertutup dan tidak dibuang ke lingkungan sekitar.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan PLN berkomitmen menghadirkan informasi yang transparan dan mudah dipahami masyarakat agar tidak timbul kekhawatiran akibat informasi yang belum utuh.
“Kami berkomitmen membuka ruang komunikasi dan menyampaikan penjelasan berbasis ilmiah agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar terkait pengembangan geothermal di Flores,” ujarnya.
Menurut Rizki, pengembangan geothermal dilakukan dengan standar teknis dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keamanan masyarakat serta kelestarian lingkungan sekitar.
Ia menambahkan, energi panas bumi merupakan energi bersih dan berkelanjutan yang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (nz)