Bupati Manggarai Pecat 249 Nakes, Jadi Atensi DPR RI
Melkiades Laka Lena
Carlens
14 Apr 2024 23:33 WITA

Bupati Manggarai Pecat 249 Nakes, Jadi Atensi DPR RI

KUPANG, Nttzoom-Sebanyak 249 Tenaga Kesehatan (Nakes) Non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dipecat Bupati Manggarai, Herybertus GL Nabit beberapa bulan lalu, lantaran melakukan demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  

Para Nakes melakukan demonstrasi dengan tujuan meminta agar pemerintah dapat menaikan gaji atau upah mereka. Namun, aspirasi mereka (Nakes) tidak diterima dengan baik pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai yang berujung pemecatan besar-besaran. 

Salah satu Nakes yang turut dipecat, yakni MM menjelaskan, pemecatan yang dilakukan Bupati Manggarai, Hery Nabit terhadap ratusan Nakes tersebut karena melakukan demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Manggarai.  

Namun, MM menyoroti beberapa kejanggalan pemecatan yang diambil Hery Nabit terhadap ratusan Nakes, termasuk dirinya. Seperti, ada 300 lebih Nakes yang melakukan aksi demonstrasi namun yang dipecat hanya 249 Nakes.  

Ia menyebutkan, sebanyak 300 Nakes Non-ASN yang pada saat itu melakukan demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Manggarai dengan menuntut kenaikan gaji dan aspirasi lainnya, tapi yang dipecat hanya 249 Nakes. Sementara sisa Nakes yang ikut melakukan aksi demonstrasi itu malah diperpanjang kontraknya.  

“Kami ada 300 lebih Nakes yang saat itu demo di Gedung DPRD. Tapi yang dipecat hanya 249 Nakes. Lalu Nakes yang lain diperpanjang kontrak. Kalau mau pecat itu, harus semua dipecat,” ungkap MM kepada nttzoom.com, Minggu (14/4).  

MM juga berharap Bupati Hery dapat menganulir kembali keputusan pemecatan itu dan bisa memperpanjang SPK mereka. “Kami akan meminta maaf kepada Bapak Bupati, meskipun sebenarnya kami tidak salah. Kami hanya mau menyampaikan aspirasi kami saja,” ungkapnya. 

Sementara Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Melkiades Laka Lena menanggapi informasi pemecatan 249 Nakes oleh Bupati Manggarai, Hery Nabit pada beberapa bulan lalu.

Melki menyebut, terkait permasalahan yang terjadi pada para Nakes di Kabupaten Manggarai, saat ini menjadi atensi khusus dari DPR-RI Komisi IX dan Kemenkes RI.  

Ia katakan, tujuan utamanya, yakni tentu pemerintah pusat dan Pemda serta Dinas terkait akan bersama-sama melakukan koordinasi sehingga para Nakes yang dipecat, kembali bekerja dengan perpanjangan kontrak daerah.  

“Tentu sedang dicarikan solusi agar teman-teman nakes bisa bekerja dan sedang komunikasi dengan para pihak di Pemda, bupati dan Kadis, semoga ditemukan solusi agar teman-teman nakes ini bisa dipulihkan dan bisa pelantikan lagi sebagai bagian dari pelayanan publik," ujar Melki kepada nttzoom.com, Minggu (14/4). 

Melki juga katakan terdapat beberapa persoalan yang harus diselesaikan secara musyawarah mufakat. Tujuan dari musyawarah mufakat ini, yakni proses membahas persoalan Nasib Nakes yang dipecat oleh Bupati Manggarai, Hery Nabit agar mencapai kesepakatan secara bersama-sama. Lebih lanjut, kata Melki, persoalan ini harus diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat dan tentunya akan mendorong Pemda dan Bupati agar dapat mengambil kebijakan yang lebih bijak sehingga para Nakes tersebut kembali bekerja di tiap-tiap Rumah Sakit (RS) maupun Puskesmas yang ada di Kabupaten Manggarai. 

“Sekadar informasi dari teman-teman di lapangan bahwa nampaknya ada sesuatu hal yang harus diselesaikan secara musyawarah mufakat dan tentu kita mendorong agar ada pembicaraan yang lebih kondusuif dari Pemda, bupati sehingga adanya titik temu, solusi terbaik sehingga masalah sepihak bisa berada di titik terang mencari solusi agar para nakes ini bisa lanjut kerja dan disesuaikan dengan catatan yang perlu diperhatikan oleh teman-teman nakes sehingga mereka bisa kembali bekerja di Manggarai,” ujarnya.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai