Ekosistem Pembelajaran Digital Jadi Andalan UT Tingkatkan Layanan Mahasiswa
Dari kiri ke kanan:

Ketua LPPM UT: Dewi Artati Padmo, M.A., Ph.D. (kiri)

‎Wakil Rektor 2 bidang Keuangan dan Umum UT: Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si. (tengah)

Direktur UT Kupang: Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si.,(kanan).
Redaksi
28 Apr 2026 18:29 WITA

Ekosistem Pembelajaran Digital Jadi Andalan UT Tingkatkan Layanan Mahasiswa

Kupang, NTTzoom.com — Universitas Terbuka menegaskan komitmennya menjaga mutu akademik sekaligus memperkuat layanan mahasiswa melalui penerapan digital learning ecosystem (ekosistem pembelajaran digital) yang terintegrasi.

Penegasan itu disampaikan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum UT, Adrian Sutawijaya, seusai Wisuda UT Daerah Kupang Periode I Tahun 2026 di Aula Harper Hotel Kupang, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, transformasi digital UT mencakup seluruh proses layanan mahasiswa, mulai dari registrasi, pembelajaran, ujian daring, hingga wisuda. Pembenahan juga dilakukan pada tata kelola kelembagaan, dari perencanaan sampai pelaporan.

“Kami melakukan transformasi digital dari registrasi sampai wisuda. Tidak hanya layanan mahasiswa, tetapi juga tata kelola kelembagaan. Ini menjadi inovasi penting dalam mendukung operasional dan pelayanan UT,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan mutu akademik UT juga ditopang jejaring internasional.

“UT juga tergabung dalam International Council for Open and Distance Education (ICDE) sebagai asosiasi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh dunia, untuk memastikan kualitas akademik dan layanan kami diakui secara global,” tambahnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Dewi Artati Padmo, menjelaskan bahwa UT konsisten membangun ekosistem pembelajaran berbasis digital yang menyeluruh.

“Mulai dari registrasi sampai ujian, kami sudah menggunakan teknologi digital. Mahasiswa yang lulus saat ini terbiasa dengan ekosistem digital sehingga siap menjadi pelopor pemanfaatan teknologi di tempat kerja masing-masing,” jelasnya.

Selain penguatan sistem digital dan mutu akademik, UT juga membuka akses pendidikan melalui kebijakan keringanan UKT dan penyediaan beasiswa bagi mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi.

“Kami membuka ruang keringanan biaya dan beasiswa agar masyarakat tetap dapat mengakses pendidikan tinggi,” tutup Sutawijaya. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai