Kupang, NTTzoom.com – Komando Daerah Angkatan Laut VII (Kodaeral VII) kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan, dengan menggelar bakti sosial berupa pembagian buku tulis dan alat sekolah kepada ratusan anak di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Komplek TNI AL, Sabtu (07/02/2026).
Ratusan anak dari sejumlah sekolah dasar dan SMK Maritim tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Keceriaan terpancar dari wajah para siswa saat menerima bantuan langsung dari prajurit TNI AL.
Elsi, salah seorang siswa kelas 2 SD, mengaku senang mendapatkan buku dan pulpen.
“Dapat buku satu, dengan pulpen satu. Saya senang sekali. Pak tentara ramah sekali dengan kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Indah, siswi kelas 4 SD yang datang bersama ibunya.
“Saya senang kak, dapat buku sama pulpen, dikasih sama ibu tentara,” katanya polos.
Wadan Lantamal VII/Kupang Brigadir Jenderal TNI (Mar) Nawawi menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk empati TNI Angkatan Laut terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya pasca peristiwa memilukan yang terjadi di NTT.
“Kita TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral VII, melaksanakan bakti sosial pembagian buku tulis untuk sekitar 200 anak. Maksud kegiatan ini lebih kepada kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar, terlebih setelah kita sama-sama mengetahui peristiwa yang sangat memilukan. Ini bentuk empati kami terhadap kejadian yang ada,” ujar Brigjen Nawawi.
Ia menegaskan, TNI AL akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial sebagai wujud pengabdian kepada rakyat, sejalan dengan arahan pimpinan TNI AL agar setiap satuan selalu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak, kehadiran TNI AL juga memberikan dukungan moral bagi warga.
Sebagai informasi, kegiatan ini digelar menyusul meninggalnya seorang siswa SD berinisial YBR (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang ditemukan tewas gantung diri. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan karena keterbatasan ekonomi, termasuk tidak mampu membeli buku dan pulpen untuk keperluan sekolah. (es)
Dapatkan sekarang