14 Tahun SMP Satap Pigang, Bupati Sikka Ubah jadi SMP Negeri
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego meresmikan SMP Satap Pigang menjadi SMP Negeri Pigang, Kamis (12/8)
Redaksi
12 Aug 2021 19:25 WITA

14 Tahun SMP Satap Pigang, Bupati Sikka Ubah jadi SMP Negeri

MAUMERE, NTTZOOM-SMP Satu Atap (Satap) Pigang Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat resmi menjadi sekolah mandiri, yakni SMP Negeri Pigang. SMPN ini diresmikan langsung Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang akrab disapa Robi, Kamis (12/8) di Maumere. 

Menurut Robi, sekolah yang didefenitifkan menjadi sekolah negeri harus berkualitas, dan didukung guru-guru penggerak.  Dengan kualitas yang baik, sekolah ini akan sama dengan sejumlah sekolah berkualitas lainnya. 

"Hari ini sekolah satu atap sudah diresmikan menjadi sekolah negeri, karena itu diharapkan kualitas pendidikan harus ditingkatkan," jelas Robi.


Terkait bangunan sekolah yang saat ini masih menggunakan bangunan SD, Robi meminta untuk berkoordinasi dengan pihak Komite dan pemerintah akan menyediakan dana untuk pembelian tanah. 

"Soal tanah untuk pembangunan sekolah nanti berkoordinasi dengan Komite untuk pembelian tanah. Pemerintah akan menyiapkan dananya," jelas Robi. 

Sementara Kepala SMPN Pigang Edelfildis Spd menjelaskan, rencana membangun SMP Satap berawal sejak 2007 atas inisiatif tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan para guru. 

Perjuangan untuk mendirikan SMP Satap pasa 14 tahun silam itu lantaran banyak siswa SD yang drop out. Anak-anak drop out itu biasanya seusai Sambut Baru. Salah satu tokoh masyarakat yang dengan gigih memperjuangkan SMP Satap itu, yakni Heribertus Baso (almarhum) yang pertama kali membuat proposal kepada bupati ketika itu untuk membangun SMP Satap. 

"Satap ini dibangun sejak tahun 2007 atas inisiatif tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama serta para guru, dengan dimotori oleh almarhum Heribertus," ungkap Edel. 

Setelah SMP Satap dibangun, tahun 2008  siswa yang mendaftar hanya 10 orang dengan tenaga pengajar hanya 3 guru. 


Miris, memang hidup enggan mati tak mau. Namun semangat para guru dan tokoh masyarakat tidak pernah surut.  

Perjuangan itu membuahkan hasil. Dua tahun kemudian siswa SMP Satap meningkat drastis. Diakuinya sejak tahun 2009/2010 siswa yang terdaftar mencapai 443 orang. 

"Perjuamgan dan suka duka mendirikan SMP Satap ini begitu panjang mulai dari jumlah murid dan guru yang kurang hingga sarana dan prasarana. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil," kisah Adel. 

Hal senada juga disampaikan Kadis PKO Kabupaten Sikka Manyela Da Chunha. Menurut dia, hingga saat ini sebanyak 6 dari 12 SMP Satap telah didefenitifkan menjadi sekolah negeri.  

Untuk menegerikan SMP Satap, kata Yel, perlu dilakukan kajian yang matang sesuai keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Dikatakan, tahun 2022 Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai penggerak karena lebih fokus pada kualitas pendidikan yang menghasilkan siswa yang cerdas. 

"Hingga saat ini sudah 6 SMP Satap yang dinegerikan. Untuk menegerikan SMP Satap butuh kajian yang mendalam," ungkap Yel.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai