‎Gerakan Meja Belajar Bangun Budaya Belajar Anak
Kadis P&K Ambrosius Kodo (tengah) saat memaparkan program Gerakan Meja Belajar kepada awak media di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026). 
Redaksi
30 May 2026 07:23 WITA

‎Gerakan Meja Belajar Bangun Budaya Belajar Anak

Kupang, NTTzoom.com — Gerakan Meja Belajar yang diterapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) tidak hanya difokuskan pada peningkatan akademik, tetapi juga memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak.

‎Hal ini disampaikanKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, dalam keterangan pers kepada awak media, di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026). 

‎Menurut Ambrosius, selama jam belajar berlangsung orang tua diminta menyediakan waktu khusus untuk mendampingi anak.

‎“Satu setengah jam saja orang tua beri perhatian untuk anak. Dari 24 jam itu, orang tua beri waktu untuk komunikasi intens dengan anak,” kata Ambrosius.

‎Menurutnya, perhatian orang tua menjadi kebutuhan penting bagi perkembangan anak, bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi.

‎“Kebutuhan anak bukan sekadar uang jajan atau diantar ke sekolah, tapi perhatian orang tua melalui komunikasi,” ujarnya.

‎Ia berharap suasana belajar di rumah dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dalam keluarga sekaligus membantu peningkatan kualitas pendidikan anak. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai