Literasi dan Numerasi NTT Rendah, Pemprov Terapkan Gerakan Meja Belajar
Kadis P&K NTT, Ambrosius Kodo (tengah) saat memberikan keterangan pers di Gedung Sasando, Jumat (29/5/2026).
Redaksi
29 May 2026 19:53 WITA

Literasi dan Numerasi NTT Rendah, Pemprov Terapkan Gerakan Meja Belajar

Kupang, NTTzoom.com — Rendahnya capaian literasi dan numerasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi NTT menerapkan Gerakan Meja Belajar melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo mengatakan, pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari pembiasaan belajar anak di rumah bersama keluarga.

‎“Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur sadar betul bahwa angka literasi dan numerasi kita masih belum baik. Berangkat dari situlah makanya hanya dengan cara belajar dan belajar,” kata Ambrosius.

‎Menurutnya, capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) NTT juga menunjukkan perlunya langkah serius dalam memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.

‎“Kalau kita lihat dari TKA kita pada hasil kemarin, itu kan kita tiga dari bawah. Kita harus punya usaha,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan mutu pendidikan tanpa dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.

‎“Kita ingin sampai pada kualitas pendidikan lebih baik, fondasinya harus ada di rumah. Tidak bisa hanya dilepas di sekolah, di rumah tidak diperhatikan,” katanya.

‎Ambrosius mengatakan, Gerakan Meja Belajar diharapkan menjadi upaya membangun budaya belajar secara rutin sekaligus membiasakan anak mengurangi penggunaan telepon genggam saat jam belajar berlangsung.

‎“Ada pembiasaan bahwa dia mampu menolak keinginannya misalnya untuk harus pegang HP setiap saat. Itu paling penting,” ujarnya.

‎Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan di NTT. (es)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai