Kupang, NTTzoom.com — Rendahnya capaian literasi dan numerasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi NTT menerapkan Gerakan Meja Belajar melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo mengatakan, pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari pembiasaan belajar anak di rumah bersama keluarga.
“Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur sadar betul bahwa angka literasi dan numerasi kita masih belum baik. Berangkat dari situlah makanya hanya dengan cara belajar dan belajar,” kata Ambrosius.
Menurutnya, capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) NTT juga menunjukkan perlunya langkah serius dalam memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.
“Kalau kita lihat dari TKA kita pada hasil kemarin, itu kan kita tiga dari bawah. Kita harus punya usaha,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan mutu pendidikan tanpa dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kita ingin sampai pada kualitas pendidikan lebih baik, fondasinya harus ada di rumah. Tidak bisa hanya dilepas di sekolah, di rumah tidak diperhatikan,” katanya.
Ambrosius mengatakan, Gerakan Meja Belajar diharapkan menjadi upaya membangun budaya belajar secara rutin sekaligus membiasakan anak mengurangi penggunaan telepon genggam saat jam belajar berlangsung.
“Ada pembiasaan bahwa dia mampu menolak keinginannya misalnya untuk harus pegang HP setiap saat. Itu paling penting,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan di NTT. (es)
Dapatkan sekarang