‎Dinonaktifkan Tanpa Batas Waktu, Mahasiswa Curiga Kampus Lindungi Oknum Dosen
Front Mahasiswa Nasional (FMN) saat gelar aksi demo di halaman kampus IAKN Kupang, Senin (27/04/2026).
Redaksi
29 Apr 2026 00:26 WITA

‎Dinonaktifkan Tanpa Batas Waktu, Mahasiswa Curiga Kampus Lindungi Oknum Dosen

Kupang, NTTzoom.com — Keputusan Institut Agama Kristen Negeri Kupang yang menonaktifkan dosen berinisial JS tanpa batas waktu yang jelas menuai pertanyaan dari mahasiswa. Kebijakan tersebut dinilai tidak memberikan kepastian sanksi dan memunculkan kecurigaan adanya upaya kampus melindungi oknum dosen itu.

‎Kecurigaan ini menguat dalam dua aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar pada Senin (27/04/2026) dan Selasa (28/04/2026) di halaman kampus.

‎Koordinator aksi mahasiswa, Delky Loy, dalam orasinya menilai keputusan penonaktifan tanpa durasi justru menimbulkan tanda tanya.

‎“Penonaktifan tanpa durasi itu bisa saja minggu depan sudah mengajar lagi. Tidak ada kepastian,” tegas Delky.

‎Delky menambahkan, perilaku JS disebut bukan kali pertama terjadi. Ia mengungkapkan, dosen tersebut sebelumnya pernah membuat surat pernyataan di atas materai, namun tidak ditindaklanjuti oleh pihak kampus. Pada peristiwa sebelumnya itu, kampus juga disebut menolak menonaktifkan yang bersangkutan.

‎“Karena itu kami bertanya, siapa yang sebenarnya salah di sini? Apakah kampus sengaja melindungi oknum dosen ini agar tetap bertahan di kampus?” tambahnya.

‎Mahasiswa juga menyoroti langkah awal kampus yang hanya menyampaikan video permintaan maaf sebelum akhirnya mengumumkan penonaktifan dosen. Menurut mereka, keputusan itu baru diambil setelah tekanan publik menguat.

‎“Awalnya hanya permintaan maaf. Kami bertanya, kampus ini benar-benar bekerja menyelesaikan masalah atau tidak?” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan, Rufri, pada aksi demo kedua. Ia menegaskan mahasiswa menolak keputusan kampus yang hanya sebatas penonaktifan.

‎“Kami tidak menerima keputusan penonaktifan. Oknum dosen itu harus dipecat supaya tidak lagi berada di IAKN Kupang,” tegas Rufri.

‎Mahasiswa menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka tidak diindahkan oleh pihak kampus. (es)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai