15 Putra Besipae jadi Pegawai Pemprov NTT
Sapi merah di kandang milik UPT Dinas Peternakan Provinsi NTT di Besipae, Kabupaten TTS
Carlens
12 Dec 2021 20:26 WITA

15 Putra Besipae jadi Pegawai Pemprov NTT

* Menelusur Lahan Besipae di Kabupaten TTS 

HUJAN baru saja reda. Cuacapun begitu sejuk ketika nttzoom.com tiba di Besipae, Rabu (8/12), siang. 

Nama itu tidak asing lagi bagi masyarakat Provinsi NTT. Terletak di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

Namanya Besipae, tetapi lahan seluas 3000 hektare lebih itu masuk dalam wilayah administrasi lima desa. Besipae sendiri ada di Desa Linamnutu. Bisa dibayangkan berapa besar lahan itu karena mencakup lima desa. 

Sekira Mei 2020, Pemprov NTT melalui Badan Pendapatan dan Aset, melakukan upaya penertiban. Menurut pemerintah, lahan itu milik Pemprov NTT. Diserahkan oleh pemilik lahan dan pernah dijadikan lokasi pengembangan ternak sapi. Kerja sama Pemerintah Australia. Awal tahun 1980 an. 

Pasca selesainya program tersebut, lahan Besipae seolah ditelantarkan. Bahkan terdapat puluhan warga yang membangun rumah atau pemukiman di sana. Dan, proses penertiban warga itu kemudian terjadi polemik bahkan menjadi perhatian pemerintah pusat. 

Pemprov NTT di bawah kepemimpinan gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat beralasan, lahan itu akan dikelola untuk kepentingan rakyat banyak. Mulai dari peternakan, pertanian, kehutanan dan lainnya. 

Untuk memastikan hal itu, nttzoom.com menelusuri lahan tersebut. Lahan yang berada di ketinggian itu sedang menghijau. Di pinggir jalan, warga membuat kebun dengan membangun pagar berbahan dahan kayu. 

Sebuah kandang berdiameter sekira 50 meter, berisi sekira 50 ekor sapi merah atau yang biasa disebut Sapi Bali. Nyaris semuanya betina. Hanya terlihat satu pejantan berwarna coklat kehitaman. Adapula sekira 10 anak sapi berusia di bawah lima bulan. Semua dilepas di dalam kandang yang berada persis di pinggir jalan Batuputih-Panite itu. 

Salah satu petugas yang ditemui di lokasi tersebut tampak sumringah. Dia biasa disapa Ciko. Pemuda yang mengaku putra asli Besipae itu mengaku sangat senang setelah Pemprov NTT ambilalih lahan tersebut. 

Menurut Ciko, lokasi itu dulunya hanya dikuasai sejumlah orang yang bukan penduduk asli. Namun saat ini dirinya bersama warga Besipae sudah bisa bekerja dan mengolah lahan tersebut. "Tidak ada lagi yang ribut-ribut seperti dulu," ucap Ciko. 

Menurut dia, sejak April 2021, dia bersama 14 orang lainnya diangkat menjadi tenaga kontrak provinsi. Ke-15 orang asli Besipae itu tugasnya merawat dan membudidayakan ternak sapi di lokasi tersebut. 

Hal ini juga diakui Kepala Instalasi UPT Dinas Perernakan di Besipae, Yesua Kian yang ditemui di kantor yang berada di lokasi tersebut. Menurut Yesua, saat ini Dinas Peternakan sudah mengembangkan ternak sapi. Selain di kandang, ada pula sapi yang dibagikan kepada masyarakat sekitar dengan pola pemberdayaan. 

Dia jelaskan, pakan sangat melimpah dan kini sedang dikembangkan rumput untuk pakan sapi. Ada pula pembangunan dua atau tiga embung oleh Dinas PU NTT di dalam lokasi tersebut. "Keberadaan Besipae ini sangat membantu warga," ujar Yesua. 

Masih ditambahkan, dengan rencana pengembangan sapi lebih banyak lagi, membuka peluang untuk merekrut lebih banyak lagi tenaga kerja. 

Kata Yesua, pemerintah tidak bermaksud untuk merampas tanah masyarakat. Namun karena tujuannya untuk memberdayakan masyarakat di sekitar. Dan hal itu sudah dibuktikan pemerintah. Yosua sendiri mengakui, keberadaan program di lokasi terdebut banyak membantu masyarakat, terutama di lima desa tersebut. "Sangat membantu," jelasnya.(cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai