Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Tinjau Sekolah Yang Disegel di Kupang
Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah dan Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Maudy Jeanneta Dengah, usai berdialog dengan kepala sekolah dan pemilik lahan, Selasa (15/07/2025).
Redaksi
16 Jul 2025 14:02 WITA

Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Tinjau Sekolah Yang Disegel di Kupang

KUPANG,NTTzoom.com - Pasca aksi penyegelan sekolah, anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah, melakukan peninjauan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tenau, di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/07/2025). 

‎Dalam kunjungan itu, Anita yang didampingi Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Maudy Jeanneta Dengah, melakukan dialog bersama kepala sekolah, pihak komite serta pemilik lahan. 

‎Hasil dialog itu membuat Anita heran, pasalnya, sekolah yang dibiayai oleh APBN, justru dibangun di atas lahan yang bukan milik pemerintah bahkan masih berstatus sengketa. 

‎"Ini 'kan sudah ada bangunan, dan dari bangunan, ini bangunan sekolah merah putih, ini dana APBN ini. Setahu saya, sekolah seperti ini pembiayaannya 1,8 M. Pemerintah pusat sudah berikan anggaran sampai ke sini, artinya ini sudah tercatat bahwa ini milik pemerintah." jelas Anita kepada wartawan seusai berdialog. e

Meski demikian, lanjut Anita, APBN yang digelontorkan seharusnya untuk sekolah yang berdiri di atas lahan pemerintah dan memiliki legalitas yang jelas, bukan di atas lahan yang berstatus sengketa. 

‎"Nah bagaimana pemerintah bisa menyatakan milik pemerintah dan sudah dibangun bahkan dana APBN sudah turun ke sini? Berarti ini sudah tanahnya pemerintah, tapi kenapa yang bayar pajak masih pak Andi, kalau milik pemerintah seharusnya tidak boleh pajak. Karna beliau beli tanah ini 2003 pelepasan haknya 2006 dan itu  tertulis semua, jadi tanah ini sebetulnya milik tanah pak Andi lau ini." ujar Anita. 

‎Lanjutnya, bila pemerintah Kota Kupang mengklaim lahan tersebut, harus bisa dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan maupun bukti-bukti lainnya. 

‎"Kalau memang ini belum kepemilikan pemerintah, yaa mari duduklah, ini keluarga Lau punya itikad baik. Mereka segel bukan karna tidak sayang anak-anak tapi hanya memberi kode kepada pemerintah bahwa, ingat pemilik tanah yang sudan memberikan dengan ketulusan. Dan ternyata sudah pernah ada pendekatan mediasi dan ada janji yang diberikan kepada keluarga." pungkasnya. (es/nz) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai