KUPANG, NTTZOOM-Sebanyak 31 anak stunting di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang mendapat bantuan makanan tambahan dari Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi NTT, Drs. Yulius Uly, M. Si.
Bantuan tersebut diberikan secara langsung di Kantor Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Selasa (29/5). Yulius Uly memberikan bantuan berupa beras lima kilogram untuk setiap anak.
Hadir dalam kesempatan itu Bhabinkamtibmas Kupang Barat, Jemmy Abolla, Camat Kupang Barat yang diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Seraf Banunu, Bidan Desa dan aparat pemerintah Desa Tesabela serta orang tua dari 31 anak tersebut.
Dalam arahannya, Kepala Desa (Kades) Tesabela, Mateus Dafa menjelaskan, dari data yang diterima dari bidan desa atau Dinas Kesehatan, yakni sebanyak 31 anak stunting.
Dijelaskan, bantuan tersebut diberikan dengan target akan berjalan selama lima bulan ke depan, yakni hingga Agustus 2023 mendatang.
Dia jelaskan, di seluruh desa tentunya memiliki APBDes yang di dalamnya mendukung program yang dicanangkan pemerintah pusat terkait stunting. Namun dirinya dengan antusias untuk mencari dan menggalang bantuan dari berbagai pihak untuk dapat membantu anak stunting di Desa Tesabela.
Dia menyatakan, bantuan yang disalurkan Anggota DPRD Provinsi NTT, Drs. Yulius Uly, M.Si itu sebagai wujud perhatian serius sebagai wakil rakyat yang bersedia secara pribadi membantu pemerintah desa dalam upaya menekan angka prevalensi stunting di Desa Tesabela.
"Saya dengan antusias mencari orang untuk bantu kita dalam menangani stunting. Puji Tuhan, saya menghubungi Bapak Yulius Uly selaku Anggota DPRD NTT, bilau bersedia untuk membantu," ungkapnya.
Sumbangan itu diberikan Yulius Uly untuk anak yang mengalami stunting. Sehingga perlu diberikan kepada anak, bukan orang tua. "Jadi ini untuk anak, bukan orang tua. Orang tua jangan terima lalu makan, anak tidak makan. Harus kasih makan anak," tandasnya.
Disampaikan, makanan untuk anak itu perlu diberikan secara optimal dengan cara diberikan asupan dari pagi, sore dan malam. "Jadi berikan mereka harus 3 kali sehari itu. Kita harus sayang anak," harap dia.
Sementara Drs. Yulius Uly, M. Si tegaskan, membina dan membimbing anak itu adalah salah satu cita-cita bagi semua orang tua. Sehingga, anak yang mengalami stunting ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Namun, ujar dia, untuk anak yang mengalami stunting saat ini, harus diberikan asupan gizi yang baik dan benar dari orang tua sebagai garda terdepan untuk anak.
Terlebih, kata Yulius, orang tua sebagai garda terdepan dalam mengurus anak dalam memberikan makanan yang bergizi yang sempurna sehingga anak yang mengalami stunting dapat tertangani.
"Anak itu titipan Tuhan, lahir seorang anak itu harus dijaga oleh kedua orang tuanya dengan baik," ungkap calon anggota DPRD Provinsi NTT 2024 dari Partai NasDem itu.
Dia jelaskan, stunting pada anak adalah kurangnya nutrisi dan protein. Menurut dia, NTT kaya akan potensi namun sulit untuk dikelola secara baik. "Orang tua harus memberikan makanan bergizi untuk anak. Orang tua itu garda terdepan anak," sambung dia.
Bantuan itu sebagai bentuk perhatian serta dukungan serius dari pemerintah terhadap stunting atau gizi buruk di NTT. Tujuannya agar dapat menekan lajunya angka prevalensi stunting pada anak.
Dia menyampaikan, anak adalah emas dan generasi penerus Bangsa Indonesia ke depan. Sehingga, perlu memerangi stunting di NTT khususnya di Desa Tesabela demi menunjang sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mumpuni di masa yang akan datang.
Sementara Camat Kupang Barat yang diwakili Kepala Seksi pemberdayaan Masyarakat, Seraf Banunu menyampaikan kegiatan itu sebagai bentuk dukungan kepada Bupati Kupang, Korinus Masneno.
Ditegaskan, masalah stunting mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat hingga ke daerah, sehingga perlu secara kolaborasi antar seluruh pihak agar mampu menurunkan angka prevalensi stunting.
"Bapak Bupati Kupang selalu tegaskan agar kita perlu kerja bersama-sama untuk perangi stunting," cetusnya.
Dijelaskan, terdapat 285 anak yang mengalami stunting di Kecamatan Kupang Barat, khususnya di Desa Tesabela sebanyak 31 Orang anak.
"Jadi untuk Kecamatan Kupang Barat itu totalnya 285 anak stunting. Tapi untuk Desa Tesabela sendiri ada 31 anak," sebutnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang