Angka Keramat Victory-Joss di Tahun Ketiga Pimpin NTT 
Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi
Carlens
05 Sep 2021 03:23 WITA

Angka Keramat Victory-Joss di Tahun Ketiga Pimpin NTT 

Catatan: Carlens Herison Bising 

KONTROVERSI atau mungkin propaganda. Ini gambaran kepemimpinan pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi yang genap tiga tahun memimpin Provinsi NTT. 

Tepat 5 September 2021, dua politisi nasional itu dipercaya memimpin daerah dengan 22 kabupaten/kota itu. Sejumlah program telah dijalankan. Viktor Bungtilu Laiskodat, oleh DPRD NTT menyebutnya Gubernur Infrastruktur Jalan. Karena gigih membangun jalan provinsi. 

Dari 2.400 kilometer lebih jalan provinsi, dipastikan selesai dibangun dalam waktu tiga tahun. Dan, menggunakan dana pinjaman. 

Namun ada pula program yang belum nampak. Misalnya kelor yang disebut pohon ajaib. Juga di bidang kelautan, yakni budidaya ikan kerapuh. 

Sejak dilantik, gubernur yang sudah malang melintang di perpolitikan nasional itu punya sejumlah catatan. Beberapa kali, ucapannya menjadi buah bibir. Bahkan menghebohkan bukan hanya di NTT, namun menjadi perhatian satu Indonesia. 

Berdasarkan catatan NTTZOOM.COM, beberapa kasus yang bikin heboh itu, unik. Karena terjadi pada tanggal yang sama, meski beda bulan. Seperti menunjukkan sebuah angka yang keramat. 

Pembaca NTTZOOM.COM pasti masih ingat dengan kalimat "orang miskin dan orang bodoh, tidak bisa masuk sorga". 

Kalimat ini diucapkan Viktor Laiskodat di Hotel Aston Kupang, 27 November 2018. Bukan hanya masyarakat biasa yang heboh. Para tokoh agama pun ikut dibuat mengkerut dahi. 

Selang dua bulan kemudian, bapak tiga anak itu kembali bikin heboh. Dalam sebuah acara di Soe, Kabupaten TTS. Viktor katakan, TTS tidak maju karena pemimpinnya namkak. 

Kata "namkak" kemudian menjadi terkenal. Dan, kalimat itu diucapkan pada 27 Januari 2019. Mengundang pro-kontra di tengah masyarakat.  

Satu lagi yang masih panas, yakni di Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Kampung halaman sang gubernur. Tanggal 27 Agustus kemarin. Dalam pidatonya, Viktor menyebut, Tuhan tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kerja sama. 

Ada beberapa ucapan atau aksi dan kebijakan dari gubernur VBL yang bikin netizen perang. Pro dan kontra di jagat maya dan dunia nyata. Tidak jarang ada aksi demonstrasi. Bukan hanya di NTT, demo juga dilakukan di Jakarta, ibukota negara. Namun, Viktor seperti tak bosan-menciptakan kehebohan dan propaganda.

Misalnya ketika dia melantik tiga penjabat bupati di lokasi pertanian Besipae, Amanuban Selatan, Kabupaten TTS pada 27 Maret 2021. Yakni Penjabat Bupati Malaka, Sabu Raijua dan Sumba Timur. Lokasi yang sudah belasan tahun, bahkan puluhan tahun bersengketa. Namun akhirnya diambilalih Pemprov NTT, dengan sejumlah drama. Dipimpin Viktor Laiskodat sebagai gubernur.

Yang berbeda dari VBL, yakni membiarkan masyarakat atau khalayak beradu argumen tentang apa yang dia lontarkan. Tidak ada upaya klarifikasi dari pria berkepala pelontos itu. Bahkan beberapa kali, sang wakil yang berusaha mengklarifikasi pernyataan VBL. Tak ayal, birokrasinya pun harus berputar otak untuk menjaga opini publik.

* Di Luar Angka Keramat 

Sebenarnya, yang heboh setelah pelantikan itu ada juga. Yakni pada 17 September 2018. Saat rapat paripurna di Gedung Utama DPRD NTT. Suami dari Julie Sutrisno Laiskodat itu membentak Anggota DPRD NTT Noviyanto Umbu Pati Lende karena melakukan interupsi saat sidang berlangsung. 

Selain kebijakannya yang tidak biasa, Viktor membuat tokoh agama, khususnya yang Nasrani harus putar otak ketika dia melantik sejumlah bupati di hari minggu. 

Misalnya, pelantikan bupati dan wakil bupati Kupang, bupati dan wakil bupati Ende serta bupati Ngada pada Minggu 7 April 2019. 

Selanjutnya, pada Minggu 8 September 2019, VBL melantik bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya (SBD) serta Bupati Ende antar waktu. Menariknya, Bupati Ende, Djafar Ahmad dua kali dilantik pada tahun yang sama, yakni 2019 dan sama-sama di hari minggu. Djafar Ahmad awalnya dilantik sebagai wakil bupati mendampingi bupati Alm.Marsel Petu. Selang beberapa bulan, pasangan yang dua periode memimpin Ende itu dipisahkan oleh maut. 

Lalu, Djafar Ahmad dilantik menjadi bupati antarwaktu Kabupaten Ende. Bahkan bupati pertama di NTT beragama Muslim. 

Tidak hanya kehebohan dan angka keramat itu. Victory-Joss punya sejumlah catatan lain. Sejak dilantik, keduanya ingin dipanggil dengan sebutan Gubernur 1 untuk Viktor dan Gubernur 2 untuk Josef. 

Selama tiga tahun, tidak sedikit kebijakannya kontroversi. Bahkan banyak kalimat yang keluar dari mulut politikus Nasdem itu berbau propaganda. 

Di sisa dua tahun kepemimpinannya, masih ada harapan rakyat NTT. Baik yang di NTT maupun yang di luar NTT. Mimpi untuk NTT Bangkit dan NTT Sejahtera tidak sekadar dibumbui dengan kontroversi dan propaganda.SALAM.(redaksi)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga