Kupang, NTTzoom - Bakal Calon (BalWali Kota Kupang 2024, Ir. Alexander Foenay menyoroti persoalan penanganan sampah di Kota Kupang yang masih menjadi permasalahan serius. Pasalnya, sampah di Kota Kupang dinilai belum mampu menyelesaikan secara serius atau maksimal.
Di setiap sudut Kota Kupang, tentu banyak sampah kerap ditemui berserakan. Sampah yang didominasi itu, yakni non-organik atau sampah plastik, berserakan di aliran air (drainase).
Sehingga, drainase yang seharusnya difungsikan sebagai aliran air, seakan beralih fungsi menjadi tempat sampah. Kondisi itu kerap kali membuat air drainase meluap ke badan jalan saat musim hujan.
“Sampah dan banjir adalah dua masalah besar yang saling berkaitan dan berdampak negatif terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat di Kota Kupang," ungkap Alex Foenay kepada Nttzoom.com, Senin (27/5/2024).
Anggota DPRD Provinsi NTT 2019-2024 itu menyebut, sampah tidak hanya mengganggu atau mencemari akan tetapi keluhan masyarakat soal pengelolaan sampah di Kota Kupang masih sering terdengar.
Menurut Ketua Umum (Ketum) PBSI Provinsi NTT itu, sampah yang tidak dikelola dengan baik, bisa menyumbat saluran air sehingga menyebabkan air tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, saat hujan deras, air meluap dan menyebabkan banjir.
“Banjir ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga membawa penyakit yang dapat membahayakan kita semua " kata politisi dari Partai Perindo itu.
Ia juga berkomitmen untuk menciptakan terobosan baru dalam penanganan sampah di Kota Kupang jika terpilih menjadi Wali Kota Kupang pada Pilwalkot 2024.
Tujuannya, agar sampah tersebut tidak menyumbat drainase yang bisa memicu terjadinya genangan dan banjir.
“Dampak dari sampah dan banjir ini sangat merugikan kita, baik dari segi ekonomi maupun kualitas hidup. Ini yang perlu kita lakukan terobosan baru,” bebernya.
Ia juga katakan, kerusakan akibat banjir membutuhkan biaya besar untuk perbaikan, sementara pencemaran lingkungan mempengaruhi sumber daya alam (SDA) yang digunakan sehari-hari, seperti air bersih.
Selain itu, lanjut Alex, penanganan sampah yang buruk menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan tidak nyaman.
“Oleh karena itu, penting bagi kita semua, warga kota Kupang, untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan cara mengelola sampah dengan baik dan melakukan langkah-langkah pencegahan banjir," cetusnya.
Dia berharap agar kedepannya, pihak terkait dapat membuka pintu diskusi konstruktif antara legislatif dan eksekutif. Bagaimana mencari solusi bersama yang efektif dalam menanggulangi permasalahan sampah di Kota Kupang.
“Mari kita bekerja sama membuat kota Kupang menjadi tempat yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk kita semua," ujar Alex Foenay. (dev/jem/nz).
Dapatkan sekarang