TTU, nttzoom.com-- Setelah 2 hari bangkai paus raksasa yang terdampar di Pantai Temkuna, Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil dievakuasi dan dikubur.
Paus itu diketahui berjenis Paus Biru Kerdil, (Balaenoptera Musculus Brevicauda) dengan panjang 21,5 meter dan lingkar tubuh 9,6 meter. Paus tersebut diklasifikasikan sebagai Kode 2 atau terdampar dalam keadaan baru mati.
Beberapa luka berupa lubang dengan diameter sekitar 10 centimeter, juga ditemukan pada beberapa bagian tubuh paus itu.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Imam Fauzi, mengungkap, upaya penguburan telah dilakukan sejak mamalia itu terdampar namun terkendala akibat proses evakuasi yang sulit.
"Alhamdulillah, berkat ikhtiar dan doa masyarakat TTU, akhirnya bangkai paus berhasil dikubur pada Jumat (01/08) sekitar pukul 07.30 Wita." ujar Imam kepada wartawan.
Bangkai mamalia raksasa itu rencananya akan dikubur di lahan kantor UPTD Perikanan Kabupaten TTU namun kontur perairan yang dangkal membuat proses evakuasi sulit dilakukan.
Selain itu, juga ada penolakan dari warga setempat karena letaknya yang sangat dekat dengan wilayah permukiman warga. Lokasi penguburan pun disepakati untuk dipindahkan lokasi ke sisi timur Pantai Temkuna, yang relatif lebih jauh dari permukiman warga.
Petugas menggunakan ekskavator untuk membuat lubang sedalam 5 meter sepanjang 25 meter dan lebar 5 meter untuk menguburkan bangkai paus itu.
Imam menjelaskan, pihaknya juga melakukan kegiatan sosialisasi tentang penanganan mamalia laut, kepada masyarakat sekitar yang difasilitasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten TTU, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, dan Pemerintah Desa.
“Materi yang disampaikan meliputi pentingnya perlindungan mamalia laut yang dilindungi seperti paus biru, tata cara penanganan mamalia laut terdampar, serta larangan pengambilan bagian tubuh dari biota yang dilindungi. Sosialisasi juga disertai pembagian bahan informasi berupa poster dan kalender.” kata dia.
Untuk kebutuhan identifikasi karakteristik spesies berbasis DNA dan analisa lebih lanjut, petugas BUKAN juga telah melakukan pengambilan sampel pada jaringan lemak, daging dan kulit paus tersebut. (es)
Dapatkan sekarang