Bangun Mindset Pariwisata di Tengah Birokrasi
Zeth Sony Libing
Carlens
26 Aug 2021 09:04 WITA

Bangun Mindset Pariwisata di Tengah Birokrasi

KUPANG, NTTZOOM-Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsu NTT Dr.Zeth Sony Libing punya strategi khusus dalam membangun pariwisata di NTT. 

Setelah dilantik oleh Wagub Jos Nae Soi pada 6 Agustus 2021, Sony mulai menata dari internal dinas yang dia pimpin. 

"Setelah saya dilantik, hal pertama yang saya lakukan adalah membangun mindset birokrasi pemerintahan, terutama minset staf saya yang bersama-sama dengan saya membangun pariwisata untuk ke depan, pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat. Pariwisata tidak sekadar menjual keindahan. Tidam hanya menjual nilai-nilai budaya," papar Sony yang diwawancara NTTZOOM.COM di ruang kerjanya, Rabu (25/8). 

Menurut mantan Kepala Badan Aset Daerah NTT itu, pariwisata harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Harus berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan harus berdampak pada pendapatan masyarakat.

Prinsip pembangunan parawisata yang saat ini dikembangkan adalah pembangunan parawisata tidak boleh merusak lingkungan. "Artinya pembangunan parawisata tapi tetap menjaga nilai-nilai budaya serta kelestarian parawisata yang berkelanjutan," sambungnya.

Prinsip kedua adalah parawisata yang dijalankan bersifat impulsif. Artinya melibatkan masyarakat. Masyarakat menjadi bagian dari parawisata itu sendiri. 

"Dengan cara apa kami melakukan itu? Kami akan membangun homestay, merehap salah satu kamar dari rumah masyarakat di tempat destinasi wisata dan kami akan membiayainya, lalu kamar itu akan dibuat standar yang bagus dan layak untuk para wisatawan," papar dia lagi.
    
Dan, itu akan jadi milik masyarakat. Para wisatawan yang berkunjung dan tidak bisa menginap di hotel l, bisa memanfaatkan homestay itu, lalu pembayarannya ke pemilik homestay tersebut. "Dua prinsip inilah yang akan kami buat untuk membantu kebutuhan ekonomi masyarakat," sambungnya.
  
   
Saat ini, selain membangun wawasan, juga sedang membenahi tujuh destinasi wisata yang telah dibangun dan sedang memenuhi beberapa fasilitas yang masih kurang. 

Tujuh Destinasi Wisata itu, yakni Pantai Liman di Pulau Semau Kabupaten Kupang, Fatumnasi di Kabupaten TTS, Mulut Seribu di Rote Ndao, Wisata Pantai di Moru, Kabupaten Alor, Taman Nasional Kelimutu di Ende, Lamalera di Lembata dan Praimadita di Sumba Timur. 

"Kami sedang benahi dan saat ini tujuh destinasi itu sudah siap untuk menerima wisatawan. Kami juga sedang melakukan program promosi besar-besaran baik di luar maupun di dalam. Baik media elektronik, media cetak, media sosial dan menggunakan endors," tambahnya. 

Selain parawisata, pihaknya juga sedang berusaha mengembangkan ekonomi kreatif. Karena pandemi Covid-19, pengembangan ekonomi kreatif dan promosi pada produk-produk ekonomi kreatif dilakukan melalui media sosial.
 
"Karena masih pandemi covid maka kami sedikit membatasi soal pameran-pameran dan festival. Kami lagi sedang berupaya untuk promosi virtual," imbuhnya.(ind/jho/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga