‎Banjir Rendam Rumah Warga Desa Bolok, Ini Yang Dilakukan Polair  ‎
Anggota Polairud bersihkan rumah warga yang terendam banjir akibat luapan Kali Bolok, Selasa (10/3/2026).
Redaksi
11 Mar 2026 17:31 WITA

‎Banjir Rendam Rumah Warga Desa Bolok, Ini Yang Dilakukan Polair ‎

Kupang, NTTzoom.com — Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur membantu warga Desa Bolok, Kabupaten Kupang, membersihkan rumah yang terendam banjir akibat luapan Kali Bolok, Selasa (10/3/2026).

‎Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari hingga menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi sejumlah rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

‎Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, mengatakan personel Ditpolairud segera menuju lokasi setelah menerima laporan adanya banjir yang merendam permukiman warga.

‎“Begitu mendapat informasi, personel kami langsung menuju lokasi dan membantu warga menguras air yang masuk ke dalam rumah mereka,” kata Irwan.

‎Ia menjelaskan hujan deras mulai mengguyur Desa Bolok sekitar pukul 08.04 Wita. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 09.20 Wita, Kali Bolok meluap dan mulai menggenangi sejumlah rumah warga.

‎Sekitar pukul 10.35 Wita, ketinggian air semakin meningkat hingga memasuki rumah warga. Warga yang terdampak pun berupaya menguras air dari dalam rumah mereka.

‎Pada pukul 12.21 Wita, personel Ditpolairud Polda NTT tiba di lokasi dan langsung bergotong royong bersama warga membersihkan rumah yang terendam banjir.

‎Beberapa rumah warga yang terdampak di antaranya milik Bendelina Luni, Otniel Wadu, Chris Neno, Musa Kattu, dan Marten Lasi Nepa. Selain itu, sejumlah halaman rumah warga juga turut terendam air.

‎Menurut Irwan, selain membantu membersihkan rumah warga, personel juga memberikan imbauan agar warga mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.

‎“Personel kami juga mengimbau warga untuk memindahkan barang-barang penting ke rumah tetangga atau lokasi yang tidak terdampak banjir,” ujarnya.

‎Meski sempat reda, hujan kembali turun dengan intensitas sedang sekitar pukul 13.20 Wita. Personel Ditpolairud Polda NTT pun masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

‎Irwan menegaskan kehadiran personel kepolisian di lokasi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami musibah.

‎“Kami akan terus memantau situasi di lapangan dan siap membantu warga apabila dibutuhkan,” pungkasnya. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai