Redaksi
06 Jun 2021 23:40 WITA

Bappenas Kaji Pengembangan PLTS 2000 MW di Sumba

 KUPANG, NTTZOOM-Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang mengkaji lokasi untuk pengembangan tahap awal Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 2000 Megawatt (MW) yang akan dibangun di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  

Selain itu, kajian juga mencakup pembangunan transmisi high-voltage dan direct current (HVDC) 500 kilovolt dari Sumba ke Jawa.  

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect pada lapangan kerja, ekonomi dan investasi. 

"Khususnya pada sektor pariwisata yang tengah tumbuh sangat cepat di NTT,” kata Suharso.  

Ia menyebutkan, Bappenas mencatat NTT saat ini merupakan salah satu provinsi dengan rasio elektrifikasi terendah di Indonesia, yaitu 86,81 persen.  

Padahal, Provinsi NTT memiliki potensi sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, serta arus laut yang besar, hingga 25.000 MW. 

Khusus di NTT, Bappenas mencatat Pulau Sumba pun memiliki potensi energi surya yang tinggi, terutama di sebelah utara, timur, dan selatan. Menurut Bappenas, iradiasi tertinggi sebesar 4,81–5,50 kilowatt per meter persegi. 

Sehingga, lokasi ini dipilih jadi tempat pengembangan PLTS tersebut. Saat ini, Pemerintah NTT juga telah berkomitmen untuk mempersiapkan lahan seluas 50.000 hektare sebagai lokasi pembangunan pembangkit skala besar ini. 

Secara umum, Suharso pun menjelaskan tahap pemgembangan energi bersih di NTT. Jangka pendek yaitu mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi PLT EBT selama 3-4 tahun ke depan. 

Jangka panjang yaitu melakukan konsolidasi proyek-proyek EBT di NTT. Tujuannya agar proyek ini dapat terintegrasi ke jaringan smart NTT-Jawa dan ekspor EBT ke Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Jawa Timur.(*/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai