‎Begini Cara PLN Mendekati Masyarakat dalam Pengembangan Geothermal Flores
Tokoh adat dan Warga Gendang Mesir, menyambut dengan hangat pelaksaan FPIC di Desa Lungar.
Redaksi
22 May 2026 16:40 WITA

‎Begini Cara PLN Mendekati Masyarakat dalam Pengembangan Geothermal Flores

Flores, NTTzoom.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mengedepankan pendekatan budaya dan dialog masyarakat dalam pengembangan energi panas bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

‎Pendekatan tersebut dilakukan melalui sosialisasi, komunikasi dengan tokoh adat, serta pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan geothermal, termasuk proyek PLTP Ulumbu di Kabupaten Manggarai.

‎Warga Poco Leok, Tadi Sudapang, mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan pengembangan geothermal di wilayahnya. Namun, polemik yang muncul sejak 2021 mendorong dirinya mencari informasi secara langsung.

‎“Awalnya saya datang bukan sebagai pendukung ataupun penolak, saya hanya ingin memahami sebenarnya geothermal itu seperti apa,” ujarnya.

‎Menurut Tadi, pemahamannya mulai berubah setelah mengikuti berbagai dialog dan sosialisasi bersama PLN serta para ahli geothermal. Ia menilai pembangunan tersebut juga berupaya menghormati budaya dan ruang hidup masyarakat setempat.

‎“Saya akhirnya memahami bahwa pembangunan ini juga berupaya menghormati budaya masyarakat,” katanya.

‎Hal serupa disampaikan Ketua Gendang Desa Wewo, Hendrikus Ampak. Ia mengatakan pemahaman masyarakat mulai terbentuk setelah mendapatkan penjelasan langsung mengenai geothermal sebagai energi bersih.

‎“Kami mulai memahami bahwa geothermal merupakan energi bersih yang dapat menjadi solusi penyediaan listrik jangka panjang,” ujarnya.

‎Hendrikus juga mengingat masa ketika sebagian wilayah Flores masih mengalami keterbatasan akses listrik dan masyarakat bergantung pada lampu pelita.

‎Sementara itu, tokoh adat Desa Dadawea Mataloko, Kabupaten Ngada, Leonardus Bhara, mengatakan pengembangan geothermal di wilayahnya juga dilakukan melalui mekanisme adat sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat dan tanah ulayat.

‎“Semua dilakukan secara terbuka dan melibatkan tokoh adat,” jelasnya.

‎General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat.

‎“PLN terus mengedepankan pendekatan dialog, sosialisasi, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan geothermal,” ujarnya.

‎PLN berharap pendekatan budaya dan keterbukaan komunikasi dapat memperkuat penerimaan masyarakat terhadap pengembangan geothermal di Flores sekaligus mendukung kemandirian energi di NTT. (nz) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai