‎Bentrokan Dua Desa di Adonara, Polda NTT Turunkan Pasukan Brimob
Polda NTT terjunkan personel Brimob untuk memperkuat pengamanan menyusul bentrokan antarwarga Desa Lewonara dan Desa Bele di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (06/03/2026).
Redaksi
06 Mar 2026 22:49 WITA

‎Bentrokan Dua Desa di Adonara, Polda NTT Turunkan Pasukan Brimob

Flores Timur, NTTzoom.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengerahkan personel Brimob untuk memperkuat pengamanan menyusul bentrokan antarwarga Desa Lewonara dan Desa Bele di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (06/03/2026).

‎Langkah tersebut dilakukan guna membantu jajaran Polres Flores Timur dalam mengendalikan situasi keamanan serta mencegah konflik meluas.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan pihaknya telah mengirim satu peleton personel dari Satuan Brimob Polda NTT untuk memperkuat pengamanan di lokasi konflik.

‎“Polda NTT telah mengerahkan satu peleton personel dari Satuan Brimob Polda NTT Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere untuk membantu pengamanan di lokasi konflik,” ujar Henry, Jumat (06/03/2026).

‎Sebanyak 32 personel Brimob dikerahkan menuju wilayah Adonara Timur guna memperkuat pengamanan serta mencegah terjadinya bentrokan susulan antar kelompok warga.

‎Menurut Henry, personel Brimob BKO dari Sikka yang dipimpin oleh Iptu Simon Edo selaku Wakil Komandan Kompi (Wadanki) telah tiba di wilayah Flores Timur.

‎Setelah tiba di Larantuka, rombongan personel Brimob langsung menyeberang dari Pelabuhan Larantuka menuju Pelabuhan Tobilata menggunakan Kapal Cahaya Welang 3 untuk menuju lokasi penugasan di Pulau Adonara.

Sementara itu, personel Polres Flores Timur bersama aparat TNI sebelumnya telah lebih dulu berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan mencegah kedua kelompok warga kembali terlibat bentrokan.

Kabidhumas menegaskan bahwa kepolisian terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta mengedepankan langkah persuasif guna meredam konflik.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penyelesaian persoalan ini kepada aparat dan pemerintah daerah,” tegas Henry.

Polda NTT memastikan langkah pengamanan akan terus dilakukan hingga situasi di wilayah Adonara Timur kembali kondusif. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai