BTPN Syariah Kupang Lahirkan Pengusaha Inspiratif
Donny Aditya mengunjungi salah satu nasabah BTPN Syariah di Alak, Kupang
Carlens
20 Dec 2022 16:19 WITA

BTPN Syariah Kupang Lahirkan Pengusaha Inspiratif

KUPANG, NTTZOOM-Salah satu Nasabah PT. BTPN Syariah (BTPNS), Sutiani dari Kelompok "Semangat" mendapat kunjungan dari Donny Aditya Dharmawan, Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Bali dan Kupang (Baliku).

Dony Aditya tidak datang sendirian. Dia didampingi para karyawan ke kediaman seorang pengusaha, Sutiani yang beralamat di Namosain, Kelurahan Alak, Kota Kupang, Provinsi NTT, Selasa (20/12).

Tiba di sana, Dony Adytia menjelaskan, pihaknya memilih ibu Sutiani untuk dikunjungi, yaitu salah satu nasabah yang inspiratif. Pasalnya, Sutiani telah memenuhi empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS).

Dijelaskan, untuk mendapatkan nasabah yang inspiratif, terdapat beberapa baromoter, di antaranya, sudah menjadi nasabah BTPN Syariah minimal tiga tahun dan Nasabah Inpiratif tersebut juga harus bermanfaat bagi warga setempat serta mempunyai peran serta terhadap kelompok-kelompok yang ada di sekitaran Namosain.

"Nasabah inpiratif itu nasabah-nasabah yang biasanya membantu nasabah yang lain untuk memberikan contoh. Seperti Ibu Sutiani yang sudah bisa menabung dan dari hasil tabungan itu, ibu bisa menyekolahkan anak dan bisa mengembangkan usahanya," sebut Dony.

Dijelaskan, Sutiani telah bergabung sejak tanggal 2 Juli 2014 dengan pinjaman awal sebesar Rp 3 juta dan secara bertahap, Sutiani kini mampu meminjam uang sebesar Rp 40 juta untuk modal jualan sembilan bahan Pokok (Sembako) di sekitaran Pantai Namosain.

Kata Dony, setelah masuk ke siklus berikutnya, pinjaman nasabah naik dan nasabah mulai membuka usaha bakso agar pemasukannya lebih.

Nasabah yang dikunjungi tersebut sangat bersyukur karena dengan meminjam di BTPN Syariah kebutuhan hidup bisa terpenuhi dan sangat bersyukur karena sekarang BTPN Syariah masih mempercayai dirinya dengan plafon pinjaman mencapai Rp 40 juta. Dia pun berharap di tahun yang akan datang masih tetap dipercayai agar impiannya memiliki sebuah toko sembako tercapai.

"Kita, untuk pembiayaannya lebih besar dengan jangka waktu 18 bulan. Artinya jangka waktu pembayaran angsuran sebanyak 37 kali. Kalau yang 24 (bulan) itu nanti 50 kali angsuran. Jadi ini hanya khsusus pembiayaan di atas tiga tahun dan itu juga kita sesuaikan dengan kemampuan si nasabah," tambahnya.

Sementara Sutiani menjelaskan, ketika dirinya bergabung di PT. Bank BTPN Syariah sejak 2 Juli 2014-2024, sangat membantu ekonomi keluarganya. Bahkan, dari hasil pinjaman itu, ibu Sutiani memiliki tiga jenis usaha, yaitu Warung Bakso, Menjual Ikan, dan memiliki Perahu  Kapal (Ikan).

"Tahun 2014 itu pinjaman awalnya untuk buat kios. Namanya juga usaha pasti pinjaman. Awalnya Rp 3 juta dan sekarang ini sudah bisa pinjam hingga Rp 40 juta karena pembayarannya normal," ungkapnya.

Dijelaskan, dari ketiga jenis usaha tersebut, salah satu yang memiliki karyawan, yaitu Perahu Ikan dengan jumlah karyawan sebanyak 12 orang.

"Saya bergabung sejak 2014 di BTPN Syariah. Allhamdulilah, saat ini saya memiliki sebuah kios, dan Perahu Kapal (ikan). Tapi tiga bulan sebelumnya, suami saya jual dan rencananya akan kerja lagi perahu kapal. Sementara ini ada perahu kecil satu," ujarnya.

Perempuan kelahiran 20 Desember 1982 itu juga berharap ke depan PT. Bank BTPN Syariah terus berkolaborasi dan berinovasi untuk mensejahtererakan keluarga pra sejahtera khsusunya ibu-ibu.

Ia juga berterima kasih kepada PT. BTPN Syariah yang masih mempercayai dirinnya dengan plafon pinjaman Rp 40 juta.

Selaku nasabah, Sutiani berharap di tahun-tahun yang akan datang masih dipercayai agar impiannya memiliki sebuah Toko Sembako dapat diwujudkan.

"Rencana ke depan bisa memiliki sebuah toko sembako," harapnya.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai