* Stok Beras Aman Hingga Juni 2024
KUPANG, Nttzoom-Kenaikan harga beras di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada beberapa bulan belakangan ini merupakan bagian dari fenomena alam el nino.
Hal ini disampaikan Manajer Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog NTT, Faizar Jafar kepada nttzoom.com, Jumat 29 Maret 2024.
Faizar mengaku, kenaikan harga beras di NTT ini dikarenakan kekurangan air untuk menanam padi.
"Kenaikan harga beras beberapa bulan belakangan ini memang dipengaruhi oleh el nino sehingga menyebabkan kurangnya air yang dibutuhkan untuk menanam padi,” jelasnya.
Dengan melihat kondisi tersebut, jelas Faizar, pihak Bulog diperintahkan presiden, Joko Widodo melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk tetap menjaga kestabilan harga beras dengan melaksanakan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan dengan tujuan agar tidak terjadi panic buying atau pembelian mendadak dengan kuantitas tinggi yang menimbulkan penimbunan di pasaran.
"Untuk tetap menjaga kestabilan harga beras, kami tetap melaksanakan program SPHP dan penyaluran bantuan pangan agar tidak terjadi panic buying,” ungkapnya.
Dia memprediksi, di awal April 2024 mendatang, harga beras di Provinsi NTT sudah mulai mendekati harga normal seperti sebelumnya. Hal ini karena adanya beberapa daerah sudah mengalami kesejahteraan ekonomi atau kesejahteraan sosial seperti di daerah Jawa dan Sulawesi. Dimana, kedua daerah ini harga berasnya sudah masuk kategori harga normal.
“Diprediksi awal bulan April 2024 ini harga beras sudah mulai turun dan mendekati harga normal seperti sebelum-sebelumnya karena di beberapa daerah surplus seperti Jawa dan Sulawesi, dimana harga berasnya sudah mendekati harga normal,” sebutnya.
Perum Bulog Kanwil NTT juga memastikan stok beras di sejumlah gudang Bulog di Provinsi NTT mampu bertahan hingga bulan Juni 2024 mendatang, atau tiga bulan ke depan.
Faizar menyebut per tanggal 28 Maret 2024, stok 10.193 ton beras di seluruh gudang Bulog yang ada di NTT. Dia menyatakan hal ini berkaitan dengan kesiapan Bulog NTT untuk mengantisipasi kelangkaan beras jelang Idul Fitri 2024 di NTT.
Selain itu, saat ini pihaknya tengah menunggu pengiriman beras dari Bulog Jawa Timur (Jatim) ke NTT secara bertahap. Adapun kiriman beras dari Jatim ke NTT sebanyak 33.009 ton.
Selain itu, terdapat 6.200 ton beras impor yang dikirim dari negara Vietnam telah selesai dibongkar di Pelabuhan Tenau Kupang beberapa hari lalu dari total jumlahnya mencapai 9.000 ton.
“Stok beras yang ada saat ini sebanyak 9.899 ton, dan masih ada 9.000 ton lebih yang sementara dalam perjalanan ke NTT. Adapun 33.000 ton yang akan masuk ke NTT secara bertahap yang dikirim dari daerah Jawa Timur (Jatim)," rincinya.
“Setiap hari kami bekerja sama dengan Pemkot maupun Pemprov untuk mengadakan kegiatan pasar murah. Kalau untuk stok Bulog Kupang ada 6.200 ton,” tambahnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang