Bupati Sikka Warning Para Kontraktor
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego saat peletakan batu pertama pembangunan Labkesda, Kamis (19/8)
Carlens
20 Aug 2021 06:57 WITA

Bupati Sikka Warning Para Kontraktor

MAUMERE, NTTZOOM-Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memberikam peringatan atau warning kepada para kontraktor. Warning ini ditegaskan kepada kontraktor yang mengerjakan proyek Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Sikka.

Robi, sapaan Ransiskus mengatakan, Labkesda harus dikerjakan tepat waktu. Karena itu, jika diberi watu 150 hari maka pada hari yang ke-150 harus sudah selesai dikerjakan. Hal ini disampaikan Robi Kamis (19/8) di Maumere.

"Saya minta untuk pengerjaan pembangunan Labkesda yang menelan dana Rp 5 miliar lebih harus dikerjakan tepat waktu," tegas Robi.

Robi katakan, pembangunan di Kabupaten Sikka harus dikawal dan diawasi dan tidak ada satupun temuan sedikitpun dalam pelaksanaan pengerjaan. Hal ini dimaksud agar tidak ada kerugian negara akibat pengerjaan yang tidak tepat waktu.

"Semua proyek yang dikerjakan di kabupaten harus dikawal dan diawasi oleh semua elemen masyarakat," ujar Robi.

Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus pada kesempatan yang sama mengatakan, pembangunan Labkesda merupakan cita-cita besar bupati dan wakil bupati untuk membangun Labkesda dengan anggaran senilai Rp 5.640.899.000.

"Pembangunan Labkesda merupakan cita- cita besar bupati dan wakil bupati untuk pemenuhan hak-hak dasar masyarakat," jelas Petrus Herlemus.

Dikatakan, tahun 2020 telah diusulkan untuk pembangunan Puskesmas dan Labkesda di Kabupaten Sikka. Bahkan dalam diskusi dengan kementerian, pembangunan Laboratorium Dinas Kesehatan harus dilakukan. Kehadirnya Labkesda lanjut Petrus, bertujuan untuk menjadi pusat rujukan sedaratan Flores dan Lembata.

Selain itu, kehadiran Labkesda sebagai stabilisasi, sehingga masyarakat tidak dibebankan. Petrus Herlemus juga meminta Sekretaris Dinas Kesehatan untuk melengkapi hasil diskusi terkait pembangunan lab yang semula harusnya berada di Sumba. Namun karena Sumba tidak siap maka Sikka menyambutnya untuk dibangun di Sikka.

Dalam diskusi itu semula anggaran pembangunan Laboratorium senilai Rp 4 miliar lebih. "Ini merupakan bola muntar dari Sumba, karena Sumba tidak siap maka kita terima dan akhirnya dibangun di Sikka," ungkap Herlemus.

"Dari sisi peralatan Labkesda Sikka berada di atas rata-rata sehingga menjadi rujukann untuk Flores dan Lembata," tambahnya.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga