KUPANG, NTTZOOM-PT.BTPN (BTPN) Syariah Kupang punya cara tersendiri untuk membantu nasabah atau calon nasabahnya. Beberapa dari mereka tidak ragu untuk menceritakan kisah suksesnya setelah menjadi nasabah BTPN Syariah.
Hal ini terungkap saat tim BTPN Syariah yang dipimpin Donny Aditya Dharmawan, selaku Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Bali dan Kupang (Baliku) melakukan sosialisasi bersama ibu-ibu pra sejahtera di Kampung Nasipanaf, Kacamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Senin (19/12).
Kunjungan itu bukan sekadar untuk sosialisasi. Tim BTPN Syariah ingin mendengar langsung pengalaman para nasabah sebelum dan sesudah bergabung dengan bank tersebut.
Pada kesempatan itu, Donny Aditya Dharmawan katakan, tujuan dari sosialisasi itu untuk memudahkan dalam mengkoordinasi setiap kelompok dalam melakukan pembinanaan.
Dony jelaskan terdapat tiga hal dalam menabung, yaitu modal, tabungan serta pembayaran.
"Jadi di situ mereka sudah siapkan amplop-amplop, yaitu uang untuk Modal, Tabungan dan Pembayaran," katanya.
Setiap kelompok terdiri dari 10 anggota, tetapi pada saat pembayaran para nasabah akan dibayar perorangan bukan dibayar perkelompok.
"Tujuan kelompok itu agar memudahkan kita untuk sosialisasi," ujarnya.
Lanjut Dony, peningkatan jumlah mitra di Kupang tidak terlepas dari penguatan kepercayaan para mitra kepada perseroan. Menurutnya, strategi pendekatan yang dilakukan tim kepada para nasabah telah berhasil menciptakan hubungan yang baik.
"Pembiayaan kami dilakukan tanpa agunan (jaminan), sehingga basisnya kepercayaan. Hadir saja itu sudah jaminan, ditambah KTP dan KK," paparnya.
Disampaikan Dony, semua pembiayaan yang diberikan PT. BTPN Syariah, wajib digunakan sebagai modal usaha bagi kelompok ibu-ibu. Sebab, menurut dia, perempuan merupakan sosok yang memegang keuangan dan menjalankan usaha. BTPN Syariah membantu para ibu-ibu yang kurang mampu untuk membuka setiap usahanya.
Sementara salah satu nasabah, Veronika Neo menjelaskan, saat ini BTPN Syariah telah membantu keluarganya, yaitu salah satunya di bidang pendidikan. Dikatakan, sebelumnya ketika belum mengenal BTPN Syariah, kehidupan keluarganya tidak terjamin khusus kebutuhan sehari-hari.
"Kami sangat bersyukur karena dapat pinjaman ini. Dulu kami rasa sangat susah. Tetapi ketika ada BTPN Sharyah ini kami bisa membantu anak-anak kami untuk sekolah," ungkapnya.
Dijelaskan Veronika, usaha yang dilakukan saat ini, yaitu menjual sayur-sayuran. Sebelumnya, ia tidak dapat melakukan apa-apa karena terbentur modal. Namun kehadiran BTPN Syariah dapat menunjang kehidupan mereka.
"Dengan adanya BTPN Syariah, kami setiap musim usahanya kami berjalan lancar," bebernya.
Dijelaskan Veronika, uang pinjaman awal sebesar Rp 5 juta dan uang tersebut dikembalikan setiap dua minggu sekali.
"Jadi saya punya pinjaman awal itu Rp 5 juta, dan kembaliannya selama 14 hari sekali," ungkapnya.
Selanjutnya, Arnolus Klau selaku tokoh masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pihak PT. BTPN Syariah yang sudah membantu ibu-ibu prasejahtera di sekitar Nasipanaf.
Dia jelaskan, dengan kehadiran Pihak PT. BTPN Syariah di lingkungan Nasipanaf dapat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan keluarga.
"Ini sangat luar biasa karena saya baru lihat di lingkungan Nasipanaf, pihak BTPN Syariah dapat membantu keluarga prasejahtera. Di lingkungan lain saya rasa belum ada," tutup dia.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang