Datangi Lapas, Ini Yang Dilakukan Istri Kapolda NTT
Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny. Vily Rudi Darmoko (jilbab kanan), saat memandu terapi kesehatan mental Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique (USEFT) yang digelar di Lapas Kupang, Rabu (10/9/2025).
Redaksi
11 Sep 2025 20:56 WITA

Datangi Lapas, Ini Yang Dilakukan Istri Kapolda NTT

KUPANG, NTTZOOM.COM – Sebanyak 68 warga binaan dan 80 pegawai Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang menjalani terapi kesehatan mental Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique (USEFT) yang digelar Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73, Rabu (10/9/2025).

‎Terapi dipandu langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny. Vily Rudi Darmoko, bersama praktisi sekaligus Direktur SBMS, Agus. Para peserta diajak mengetuk titik-titik tertentu pada tubuh sambil mengucapkan afirmasi positif untuk melepaskan stres, kecemasan, trauma, maupun beban emosional lain.

‎Ny. Vily mengatakan, program ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan.

‎“Kami akan menghadirkan psikoterapis bersertifikat secara berkala, bukan hanya di Lapas Perempuan, tetapi juga di Lapas Anak dan Lapas Laki-laki,” ujarnya.

‎Ny. Vily yang juga merupakan mantan polwan, mengungkapkan pengalaman menyentuh ketika beberapa warga binaan berani mengutarakan kekecewaan terhadap aparat penegak hukum.

‎“Saya hadir bukan sebagai aparat, tetapi sebagai sesama manusia yang ingin membantu menyembuhkan luka batin mereka. Saya melihat sendiri, setelah terapi, mereka mulai tersenyum dan mampu melepaskan rasa sakit itu,” ungkapnya dengan haru.

‎Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas IIB Kupang, Dewi Andriani, menyambut baik kegiatan tersebut yang melibatkan pegawai dan warga binaannya.

‎“Kami sangat berterima kasih. Terapi ini diharapkan membantu 68 warga binaan serta lebih dari 80 pegawai kami untuk mengelola stres, menyembuhkan trauma, bahkan mengatasi fobia,” katanya.

‎Hal senada disampaikan Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, yang turut meninjau jalannya terapi. Ia menilai USEFT sebagai metode yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan kesehatan mental.

‎“Teknik ini mudah dipraktikkan, hasilnya nyata dalam merilis emosi negatif. Ke depan, kami akan ajarkan lebih luas, termasuk di internal Polri. Klinik Bahagia juga akan segera kami launching bagi anggota Polri yang membutuhkan layanan kesehatan mental,” jelasnya.

‎Kapolda menegaskan, kesehatan mental sangat penting bagi anggota kepolisian agar dapat lebih disiplin, humanis, dan tulus dalam melayani masyarakat.

‎Selain terapi, kegiatan ini juga menampilkan karya UMKM hasil tangan warga binaan, seperti tenun dan kerajinan, yang mendapat perhatian khusus dari Kapolda NTT.

‎Dengan kolaborasi Bhayangkari, kepolisian, dan lembaga pemasyarakatan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata membangun lingkungan pembinaan yang sehat secara mental sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan dan petugas Lapas. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai