Desa Letbaun Deklarasi Produk BUMDes Nehan
Deklarasi produk BUMDes Nehan Desa Letbaun di Pantai Bahansalit, Desa Letbaun, Semau
Carlens
20 Nov 2022 18:02 WITA

Desa Letbaun Deklarasi Produk BUMDes Nehan

Siap Jadi Desa Binaan Undana 

KUPANG, NTTZOOM-Kerja keras, keuletan dan kreatifitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nehan Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang berujung manis. Beberapas produk unggulan yang ada di Desa Letbaun, mulai dipasarkan.

Hal ini ditandai dengan Deklarasi Produk BUMDes yang digelar Sabtu 19 November 2022 di Pantai Bahansalit, Desa Letbaun.

Adapun jenis-jenis produk unggulan yang pamerkan, yaitu produk makanan ringan stik rumput laut, penginapan Le'Bahan Cottage dan harga baru tenun ikat Helong.

BUMDes adalah Badan Usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Letbaun, Carlens Herison Bising kepada wartawan usai Deklarasi Produk BUMDes Nehan Desa Letbaun.

"Kami, hari ini (red) ingin menyampaikan kepada masyarakat, tidak hanya di Pulau Semau, di Kupang tapi umumnya di Provinsi NTT bahkan di Indonesia, bahwa hari ini kami mempersembahkan produk-produk kami dari BUUMDes Letbaun yang akan dipasarkan secara luas," ungkapnya.

Dijelaskan, kahadiran para 
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Desa Letbaun ikut mendorong Pemdes Letbaun dalam membangun BUMDes dari berbagai produk yang ada di Desa Letbaun.

Dia contohkan, harga tenun ikat Helong Semau yang selama ini dijual dengan harga Rp 1 juta lebih perlembar, kini turun drastis di tangan BUMDes Nehan.

Carlens katakan, penurunan harga ini tidak menurunkan pendapatan penenun, karena sudah melalui perhitungan yang matang. Justeru ke depan, pasar tenun ikat Helong Semau akan semakin terbuka.

"Ini awalnya ide dan gagasan kami di Desa Letbaun dan kemudian ditambah lagi dukungan dan pendampingan teman-teman Mahasiswa KKN dari Undana yang sudah satu bulan ada di Desa Letbaun," ungkapnya.

Sehingga, pihaknya mengaku bahwa mimpi-mimpi yang selama ini belum terwujud, kini menjadi nyata.

"Kami membuktikan bahwa kami bersama para mahasiswa KKN dari Undana yang sudah menyumbangkan ide dan pikiran mereka, sehingga mimpi kami jadi nyata," ucapnya.

Produk olahan stik yang dibuat dari bahan dasar rumput laut adalah produk yang berkualitas.

Menurutnya, Pulau Semau memiliki potensi Rumput Laut yang luar biasa, baik kering maupun mentah. Bahkan, satu  dari tiga Pabrik Rumput Laut di NTT, berada di Pulau Semau.

"Kami tidak mau kalau jual dalam bentuk mentah saja, tetapi kami mengolahnya menjadi makanan jadi yang sudah siap dimakan," tambahnya.

"Ke depannya, kita harapkan untuk produk-produk ini tidak hanya dijual di Semau tapi keluar dari Pulau Semau, bisa di Dekranasda dan lain-lain," tambahnya.

Disampaikan Carlens, BUMDes Nehan Desa Letbaun telah resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) sejak bulan April 2022.

Masih menurut Carlens, mahasiswa KKN Undana telah membuktikan bahwa mereka bisa membawa dampak bagi pembangunan di desa selama KKN. Hal ini kata Carlens diharapkan menjadi pintu masuk untuk melanjutkan kerja sama Undana dan Desa Letbaun di berbagai aspek.

"Titip salam untuk Pak Rektor Undana. Kami siap menjadi desa binaan Undana Kupang," harap dia.

Selanjutnya, Camat Semau, Yoel Laitabun jelaskan, deklarasi Produk Bumdes Nehan Desa Letbaun adalah hal yang sangat luar biasa.

Menurutnya, masih banyak BUMDes-BUMDes yang kurang berkembang. Salah satu alasannya karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas.

Ia berharap BUMDes di desa lain dapat mengambil contoh dari BUMDes yang ada di Desa Letbaun.

"Saya berharap agar ini menjadi contoh buat BUMDes-BUMDes di desa yang lain," ucapnya.

Sebagai Camat Semau, Yoel Laitabun mendorong pengelolaan produk-produk desa yang memiliki nilai kompetitif yang tinggi. Dengan demikian dapat bersaing tidak hanya di pasar domestik, melainkan juga di pasar internasional.

Koordinator Pusat (Korpus) KKN Undana Kupang, Dantje Sina juga memberi apresiasi atas langkah maju yang dilakukan Pemdes Letbaun bersama BUMDes Nehan. Menurut dia, Program KKN Undana pada semester ganjil ini bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi NTT dengan mengusung KKN tematik yang menyasar BUMDes.

Dan, dengan hasil yang dicapai melalui KKN kali ini, pihaknya berjanji akan mengirimkan mahasiswa KKN lagi pada semester-semester berikutnya.

Dia juga berjanji akan menyampaikan kepada pimpinan Rektor Undana) terkait harapan Kepala Desa untuk menjadikan Letbaun sebagai desa binaan Undana.

"Selain KKN, kita juga bisa kerja sama penelitian dan pengabdian lainnya," kata Dantje yang didampingi sejumlah dosen pendamping lapangan KKN.

Selanjutnya, Ketua BUMDes Nehan Desa Letbaun, Marthen Koen menjelaskan, program unggulan yang dilakukan BUMDes Nehan Desa Letbaun, yaitu tenun ikat Helong dan produk makanan stik rumput laut.

Pihaknya berharap program unggulan itu dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat di Desa Letbaun.  

"Di sini yang kami prioritaskan yaitu tenun ikat," katanya.

Dijelaskan, sistem yang diberlakukan, yakni BUMDes melakukan pengadaan bahan dan obat untuk lima kelompok tenun di Desa Letbaun.

"Sistemnya, kami dari Bumdes disiapkan barang untuk lima kelompok yang ada di lima dusun. Setelah dikerjakan, BUMDes beli, lalu akan dijual dengan harga yang jauh di bawah dari harga yang selama ini dipakai," terangnya.

Untuk diketahui, deklarasi produk Bumdes Desa Letbaun ditandai dengan pelepasan Tukik oleh Camat Semau Yoel Laitabun, Kades Letbaun, Carlens Herison Bising, Korpus KKN LP2M Undana, Dantje A.T Sina, Ketua BPD Letbaun, Frans Katu Lote, Ketua BUMDes Nehan Desa Letbaun, Marthen Koen, disaksikan puluhan masyarakat.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga