Ditarik ulur dan Sering Alami Kekerasan Fisik, Jadi Alasan Korban CL Tolak Menikah Dengan Serda A
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan



Sumber foto: Google
Redaksi
29 Nov 2025 21:57 WITA

Ditarik ulur dan Sering Alami Kekerasan Fisik, Jadi Alasan Korban CL Tolak Menikah Dengan Serda A

‎Borong, NTTzoom.com— Korban berinisial CL kembali mengungkap fakta baru terkait hubungannya dengan oknum TNI Serda A. CL menegaskan bahwa ia menolak menikah bukan karena persoalan emosional semata, melainkan karena sering menjadi korban kekerasan fisik, pengrusakan barang pribadi hingga dipermalukan di media sosial. 

‎Dalam penjelasannya, CL mengatakan bahwa pihak Kodim 1627 Rote (tempat tugas Serda A dulu) sebelumnya intens berkomunikasi dengannya dan bahkan terkesan mencoba memintanya untuk menarik laporan di Denpom XI/I Kupang, terkait kasus kekerasan yang dialaminya. 

‎“Pihak Kodim waktu itu sempat ‘merayu’ saya agar tarik laporan. Mereka bilang bisa diselesaikan baik-baik,” ungkap CL.

‎Situasi kemudian berlanjut dengan adanya pertemuan keluarga besar di Rote. Orang tua Serda A, orang tua CL, serta kakak laki-lakinya dipertemukan dalam sebuah forum mediasi. 

‎Di sana, mereka diminta membuat pernyataan tertulis dan menandatanganinya, bahwa keluarga Serda A siap mengurus adat dan menikahkan keduanya.

“Kami disuruh tanda tangan, katanya siap urus adat dan menikah,” kata CL.

‎Namun menurut CL, sejak proses itu berjalan justru muncul tekanan baru. Ia mengaku kembali mengalami kekerasan fisik berulang kali dan merasa suasana diciptakan sedemikian rupa agar dirinya tidak punya pilihan selain membatalkan pernikahan.

‎“Dalam perjalanan justru saya dapat kekerasan fisik lagi. Saya merasa dikendalikan oleh pihak Kodim. Semuanya dibuat agar saya seperti harus membatalkan sendiri,” ujarnya.

‎CL menegaskan bahwa ini bukan kali pertama ia mengalami tindakan kekerasan dari Serda A. Setidaknya tiga kali ia mendapat perlakuan serupa selama hubungan mereka.

‎“Ini sudah yang ketiga kali. Saya bukan baru pertama kali dianiaya. Bagaimana saya bisa lanjut menikah?” tegasnya.

‎Bahkan akibat kekerasan fisik yang dialami, sekujur tubuh CL penuh lebam. 

‎"Saya masih simpan bukti foto. Bahkan waktu itu saya berniat kabur tapi surat-surat penting saya disembunyikan oleh A." ungkap CL. 

‎Karena situasi yang dianggap penuh tekanan dan tarik-ulur, CL akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pernikahan, dan memilih menempuh jalur hukum. 


‎"Yang saya laporkan itu pencemaran nama baik di media sosial karna laporan sebelumnya sudah ditarik" Tambahnya. 

‎Ia menolak penyelesaian damai karena merasa sudah terlalu sering dirugikan baik secara, fisik, mental maupun nama baik. 

‎“Saya tidak mau damai. Saya hanya ingin proses hukum berjalan. Saya ingin nama baik saya dipulihkan." tutup CL.

‎Sementara itu dari informasi yang diperoleh, Serda A kini sudah tak lagi berdinas di Kodim 1627/ Rote. Informasi terakhir yang diterima NTTzoom.com dari pihak Kodim, Serda A telah berpindah tugas ke Kodam untuk penempatan baru.  (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai