Doktor Deford Nasareno Lakapu Paparkan Strategi Risiko AI di Undana Kupang 
Dr. Deford Nasareno Lakapu saat membawakan materi “Membangun Human Capital Unggul: Strategi Manajemen Risiko di Era Artificial Intelligence di Undana Kupang.
PP
04 Sep 2025 09:59 WITA

Doktor Deford Nasareno Lakapu Paparkan Strategi Risiko AI di Undana Kupang 

KUPANG, NTTzoom.com - Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menjadi pusat perhatian para perwakilan tenaga kependidikan dari seluruh fakultas.  

Di aula Pascasarana Undana lantai III, mereka berkumpul untuk mengikuti pelatihan yang dirancang tidak sekadar memberi materi, tetapi juga membangun fondasi baru dalam cara kampus mengelola perubahan: membangun human capital unggul di era kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI). 

Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Drs. Tans Feliks, M.Pd., Ph.D., Direktur Pascasarjana UNDANA, yang mengingatkan bahwa transformasi digital bukan hanya persoalan teknologi.  

“Teknologi hanya akan bermanfaat jika dikelola oleh manusia yang kompeten, berintegritas dan mampu beradaptasi,” ujarnya. 

Salah satu sesi yang menjadi titik perhatian adalah pemaparan Dr. Deford Nasareno Lakapu, yang membawakan materi “Membangun Human Capital Unggul: Strategi Manajemen Risiko di Era Artificial Intelligence.”  

Dalam sesinya, ia mengajak peserta untuk memahami bahwa AI dapat mempercepat kinerja kampus, namun juga membuka celah risiko baru seperti kebocoran data, serangan siber, hingga bias algoritma dalam proses akademik. 

Dr. Deford memaparkan lima dimensi penting dalam membangun human capital unggul: kompetensi digital, karakter dan integritas, kapabilitas adaptif, kreativitas dan inovasi, serta konektivitas dan kolaborasi. Menurutnya, tanpa penguatan kelima aspek ini, teknologi yang diterapkan justru berpotensi menjadi hambatan, bukan solusi. 

“AI seharusnya memperkuat manusia, bukan menggantikannya,” kata Dr. Lakapu, seraya menekankan pentingnya kerangka manajemen risiko berbasis ISO 31000 yang dapat diadaptasi oleh perguruan tinggi.  

Ia juga memperkenalkan roadmap penguatan risiko digital Undana Kupang untuk 2025–2027, yang dimulai dengan penyusunan kebijakan, pembentukan komite etik digital, hingga pelatihan literasi AI bagi tenaga kependidikan. 

Pelatihan ini juga menghadirkan Dr. Dias Pora Tualaka, M.Si., yang memberikan pembekalan “Public Speaking dan Soft Skill bagi Tenaga Kependidikan.”  

Dalam sesinya, Dr. Tualaka mengingatkan pentingnya komunikasi yang efektif dan beretika, tidak hanya saat berbicara di panggung resmi, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari dengan mahasiswa, dosen, maupun tamu kampus.  

Peserta dilatih teknik menyusun pesan, mengendalikan rasa gugup, dan membangun kontak mata yang meyakinkan. 

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga berlatih, berdiskusi, dan menyusun langkah tindak lanjut untuk diterapkan di unit kerja masing-masing.  

Kedua materi ini dirancang untuk saling mendukung: teknologi yang aman membutuhkan manusia yang cakap, dan komunikasi yang baik menjadi pintu utama pelayanan yang berkualitas. 

Menutup kegiatan, Prof. Tans Feliks menyampaikan harapan agar pelatihan ini menjadi langkah awal menuju tata kelola kampus yang lebih adaptif, profesional, dan humanis.  

“Kami berharap materi yang disajikan dapat menjadi acuan pascasarjana dalam meningkatkan kualitas pelayanan”, tutupnya. (jr/nz*)

 

 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga