Dosen FKKH Undana Latih Peternak Olah Pakan
Prof Frans Umbu Datta bersama tim Pengabdian Undana di Desa Holoama, Rote Ndao
Carlens
30 Nov 2022 22:27 WITA

Dosen FKKH Undana Latih Peternak Olah Pakan

* Pengabdian Masyarakat di Desa Holoama Rote Ndao 

ROTENDAO, NTTZOOM-Tim Pengabdian FKKH Undana yang dipimpin Prof Frans Umbu Datta, M.App.,Sc.Ph.D melalukan pengabdian masyarakat melalui pembinaan, pelatihan dan pendampingan di Kelompok Ternak Sanggabetes Desa Holoama, Kabupaten Rote Ndao.

Tim Terdiri dari drh.Nancy Foeh, drh Putri Pandarangga, drh Annytha I R Detha, drh Nemay A. Ndaong, drh Yohanes TRMR Simarmata.

Ketua Tim, Prof Frans Umbu Datta menjelaskan, tujuan dilakukan pengabdian itu adalah sebagai wujud pengabdian dosen atau perguruan tinggi bagi masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao khususnya dalam produksi ternak sapi.

Menurut Frans, keunggulan potensi lahan, jumlah ternak dan komitmen anggota kelompok menjadi satu kesatuan. Dan, komitmen dalam membangun ternak yang unggul, peternak maju, mandiri dan memiliki keterampilan dalam pengolahan pakan berbasis potensi daerah yang saat ini sedang digalakkan di kalangan petani dan peternak, adalah rumput odot serta optimalisasi penggunaan limbah jerami padi.

"Rumput odot atau Rumput Gajah mini sebagai hijauan pakan ternak memiliki keunggulan kandungan proteinnya lebih tinggi dari jenis rumput lainnya," jelas mantan Rektor Undana itu.

Dia katakan, kemitraan yang baik dengan Pimpinan Dinas Peternakan dalam hal ini Hermanus Haning mendukung kegiatan tersebut sehingga berdampak positif bagi kemajuan peternakan dan menambah wawasan serta keterampilan bagi Kelompok ternak.

Masih dijelaskan Frans, Palatabilitas atau kesukaan ternak pada rumput odot juga lebih baik daripada rumput lainnya cukup tinggi. Keunggulan Rumput Odot, yakni batang relatif pendek dan empuk, pertumbuhannya relatif cepat, sangat disukai ruminansia dibanding jenis rumput yang lainnya, daun lembut dan tidak berbulu, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan, tidak memerlukan perawatan khusus. Dalam satu rumpun terdapat 50-80 batang serta mudah tumbuh.

Pelatihan diawali dengan ceramah tentang kandungan nilai gizi, manfaat dan proses pembuatan pengolahan pakan hijauan menjadi silase rumput odot. Proses pelatihan dikerjakan hands on oleh peternak didampingi tim. Dari hasil proses pelatihan pembuatan silase setelah fermentasi 14 hari mendapatkan hasil yang sesuai dengan kharakterisrtik dan strandard mutu silase yang baik. Sehingga kelompok ternak sedang membuat silo untuk penampungan silase rumput odot dalam jumlah besar dan mengantisipasi kesulitan atau kekurangan pakan ternak pada musim kemarau.

Pelatihan dengan pemanfaatan jerami padi dilakukan dengan tujuan jerami padi diolah sedemikian rupa sehingga ketika dicerna oleh ternak sapi dari semula jerami yang memiliki serat kasar dapat menjadi energi dan protein serta tidak merusak system dalam saluran cerna ternak.

"Ternak sapi membutuhkan kurang lebih 6 kg jerami dengan 2 kg konsentrat untuk memdapatkan kenaikan 500gr bobot badan," sambung dia.

Tujuan bale hay/hay jerami adalah memperpanjang masa simpan jerami dan efektifkan penyimpanan dalam gudang pakan. Namun untuk bale hay sendiri tidak dapat diberikan kepada pedet dikarenakan faktor system pencernaan yang belum maksimal.(*/jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga