KUPANG, NTTZOOM-Wacana untuk membangun gedung baru DPRD Provinsi NTT masih menuai pro dan kontra.
Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah NTT Zakarias Moruk mengungkapkan, pimpinan DPRD NTT telah menyampaikan kepada Pemprov NTT terkait rencana tersebut.
Sebagai mitra, Pemprov NTT pun siap melakukan telaah terhadap desain awal gedung tersebut yang sebelumnya sudah diwacanakan 2017 silam. Pada desain awal di 2017, gedung tersebut direncanakan menghabiskan dana Rp 120 miliar.
Terhadap wacana ini, Anggota Komisi IV DPRD NTT Alexander Foenay mengaku keberatan. Menurut politikus Partai Perindo itu, pembangunan gedung DPRD saat ini belum urgen.
"Untuk sekarang, saya pikir belum urgen. Mungkin tutup tahan saja supaya kalau hujan, tidak basah. Sekarang saja, kita masih bisa bersidang," kata Alex.
Menurut dia, yang mendesak saat ini adalah pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, masyarakat sedang menjerit karena gejolak ekonomi berkepanjangan. Ditambah kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat akibat peningkatan kasus Covid-19.
"Rumah rakyat itu penting, karena representasi dari seluruh rakyat NTT. Namun pemulihan ekonomi lebih penting untuk saat ini. Jangan sampai kita mau tolong orang setelah orang sudah mati duluan," sambung Alex.
Dia akui, kondisi gedung DPRD NTT saat ini tidak aman untuk bersidang. Karena beberapa bagian sudah termakan usia. Bahkan sudah sangat sering tambal sulam karena kerusakan pada bagian atap. Apalagi usia gedung tersebut sudah mencapai 40 tahun.(cd3/nz)
Dapatkan sekarang