Mataram, NTTzoom.com — Penguatan edukasi publik terkait pengembangan energi panas bumi di Nusa Tenggara Timur mengemuka dalam kunjungan konsultasi pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD NTT ke PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).
Pertemuan di kantor PLN UIP Nusra itu menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan strategi pengembangan energi baru terbarukan sekaligus membangun pemahaman masyarakat mengenai proyek geothermal di Flores dan Lembata.
General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyebut NTT sebagai wilayah strategis pengembangan energi bersih nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan DPRD dan para pemangku kepentingan agar pengembangan geothermal berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Sinergi bersama DPRD sangat penting agar pengembangan energi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPRD NTT, Emelia Julia Nomleni, menegaskan pemerataan akses listrik harus diiringi edukasi dan penyampaian informasi yang utuh kepada masyarakat terkait geothermal.
“Masyarakat perlu memahami apa itu geothermal dan manfaatnya. Ketika informasi tidak tersampaikan dengan baik, maka kekhawatiran akan mudah muncul,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan pengembangan geothermal tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pendekatan sosial dan keterbukaan ruang dialog dengan masyarakat.
Dalam pemaparannya, PLN menjelaskan rencana pembangunan 132 proyek ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara berdasarkan RUPTL 2025–2034 dengan total kapasitas 2.182 MW, di mana 47 persen di antaranya berasal dari energi baru terbarukan.
PLN juga memaparkan perkembangan PLTP Ulumbu di Kabupaten Manggarai yang telah beroperasi sejak 2012 dan kini dikembangkan melalui pengeboran tujuh sumur baru dengan target tambahan kapasitas hingga 40 MW.
Selain infrastruktur, PLN memaparkan berbagai program sosial yang telah dijalankan sejak 2020 hingga 2026 di wilayah Ulumbu, Mataloko, dan Atadei, mulai dari penyediaan air bersih, bantuan pendidikan, pembangunan rumah adat, pengembangan UMKM, hingga pelatihan keterampilan masyarakat.
PLN menegaskan seluruh proses pengembangan geothermal dilakukan dengan pendekatan dialog, keterbukaan informasi, serta memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, sehingga masyarakat dapat tumbuh bersama dengan proyek energi bersih yang dikembangkan. (nz)
Dapatkan sekarang