Leonard Haning, Tukar Posisi dengan Isteri
(oleh: Carlens Herison Bising)
SEJARAH kepemimpinan di Kabupaten Rote Ndao berbeda dari kabupaten lain di Provinsi NTT.
Dan, yang membedakan itu ketika Leonard Haning dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Rote Ndao Februari 2019 silam.
Betapa tidak, pria kelahiran 20 November 1954 itu sebelumnya adalah Bupati Rote Ndao. Dua periode, 2009-2014 dan 2014-2019. Dan isterinyalah yang menjabat Ketua TP PKK.
Saat dilantik di Aula El Tari Kupang, Lens yang ditanya wartawan mengaku biasa-biasa saja. Meski turun jabatan dari bupati menjadi Ketua TP PKK. Dia sempat meminta agar dia disapa bupati kedua.
Kalimat ini sempat menimbulkan pertanyaan. Maklum, saat itu sedang ramai dengan sapaan gubernur 1 dan gubernur 2 yang digaungkan pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Jos Nae Soi.
Namun Lens langsung mengklarifikasinya. "Bupati kedua Rote Ndao kan saya," kata Lens Haning yang menyebut bupati pertama Rote Ndao adalah Christian Nehemia Dillak.
Sebagai seorang birokrat, Lens sempat menempati beberapa jabatan di Pemprov NTT.
Dilansir dari berbagai sumber, Lens diterima bekerja sebagai staf pada Dispenda Provinsi NTT pada 1974.
Lalu mengajukan izin tugas belajar untuk meneruskan kuliah ke Kampus STIKEN Surabaya, Jawa Timur. Selama sekira tiga tahun bergelut dengan buku-buku teks kuliah, akhirnya pada 1984 Lens Haning berhak menyandang gelar sarjana muda keuangan.
Dari 1985 sampai 1987, ia kemudian dipromosikan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Tata Usaha Cabang Dispenda Wilayah Kupang. Dari 1987 sampai 1993 ia ditempatkan lagi sebagai Kasi Penerimaan Dinas-Dinas Tingkat I Provinsi NTT.
Pada 1990, ia lulus pada Program Sarjana (S-1) Jurusan Tata Niaga Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Dari 1993 sampai 2000 dipromosikan sebagai Kepala Cabang (Kacab) Dispenda Provinsi NTT Wilayah Belu.
Tahun 2000-2001 dipercaya sebagai Kacab Dispenda Provinsi NTT Wilayah Kupang. Tahun 2001-2006, dia dipromosikan lagi sebagai Kepala UPTD Dispenda Provinsi NTT Wilayah I. Tahun 2001-2003 mengambil kuliah pada Program Studi Magister Manajemen (S-2) Unwira, Kupang dan diwisuda dan berhak mengandang gelar Magister Manajemen (S-2).
Tahun 2006-2008, ia dipromosikan sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT. Pada Tahun 2008, ia menjadi Calon Bupati Rote Ndao kedua dan terpilih sebagai Bupati Rote Ndao selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019).
Pada pilkada 2018, istrinya Paulina Haning-Bullu diusung menjadi calon bupati didampingi Stefanus Saek dengan tagline Lentera.
meraih suara terbanyak. Paulina yang sebelumnya mendampingi Lens Haning sebagai Ketua TP PKK, bertukar posisi dengan sang suami.
Lentera meraih 22.098 suara dari 65.490 suara sah yang diterima KPU. Pasangan yang dilantik pada 14 Februari 2019 itu mengalahkan pasangan Bima Theodorianus Fanggidae-Erenst Salmun Zadrak Pella, Jonas Cornelius Lun- Adolfina Elisabeth Koamesakh dan Mesakh Nitanel Nunuhitu-Samuel Conny Penna.
Lens Haning yang pernah memimpin pulau terselatan Indonesia itu sempat menjadi buah bibir saat menang praperadilan terhadap Kejaksaan Negeri Ba'a tahun 2015.
Leonard Haning ketika itu ditetapkan tersangka karena diduga terlibat dugaan korupsi hibah tanah pada 2011 yang ditengarai merugikan negara Rp 229,1 juta. Lens ditetapkan sebagai tersangka 2 Juli 2014 bersama Ketua DPRD setempat Cornelis Feoh.
Pada November 2015, Hiras Sitanggang, SH, MH, hakim tunggal pada sidang gugatan praperadilan terhadap status tersangka Leonard Haning sebagai pemohon dan Kejaksaan Negeri Ba’a selaku termohon, akhirnya mengetuk palu putusan. Ketukan palu hakim praperadilan dengan putusan nomor: 1/ PID/ PRA/ 2015/ PN. RND Tanggal 20 November 2015, mengabulkan permohonan pemohon, mengakhiri status tersangka tersebut.
Lens yang saat itu masih berstatus bupati, langsung digendong sejumlah pegawai saat keluar dari ruang sidang.
Kini, sebagai Ketua TP PKK, Lens begitu setia mendampingi sang bupati dalam menjalankan tugasnya.(bersambung...)
Dapatkan sekarang