Festival Budaya Rutin untuk Peremajaan Pelaku
Festival budaya di Kelapa Lima, Kupang
Carlens
27 Aug 2023 11:21 WITA

Festival Budaya Rutin untuk Peremajaan Pelaku

KUPANG, Nttzoom-Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang membuka festival budaya di Kelurahan Kelapa Lima.

Acara dengan tema festival budaya etnis Rote di Kelurahan Kelapa Lima, Sabtu 26 Agustus 2023, diharapkan menjadi agenda rutin.

Frengki Amalo mengatakan, festival budaya ini sudah saatnya agar didorong dan ditingkatkan untuk memberi dampak ke masyarakat.

Dia mencontohkan tentang para pemain alat musik yang rata-rata berumur sudah di atas 50 tahun. Dia ingin agar adanya regenerasi bagi generasi muda sehingga ada penerus bagi gerakan budaya lokal.

Mantan Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh, telah meletakkan agar even kebudayaan ini dibuat di kelurahan. Frengki Amalo mengaku buah pikiran itu patut diapresiasi kendatipun George Hadjoh tidak lagi menjadi pemimpin di Ibukota provinsi NTT.

"Dalam atraksi budaya ada nilai tambahnya. Setiap even pasti akan membawa UMKM, usaha mikro," sebutnya.

Dia katakan, adanya even itu sudah pasti memberi imbas ke pelaku UMKM yang ada di kelurahan setempat. Peningkatan ekonomi sudah pasti dirasakan masyarakat.

Berbagai atraksi tarian yang dilakukan, kata dia, perlu ditularkan ke anak muda. Seperti tarian berkelompok yang mengangkat sebuah kebersamaan dalam gerakan. Artinya, pembangunan di Kota Kupang pun membutuhkan peran serta dari semua pihak.

Pemerintah Kota (Pemkot) ke depan akan terus meningkatkan dan bermuara ke kebangkitan ekonomi rakyat lewat atraksi kebudayaan. Ia mengaku, jika keuangan daerah mencukupi, penyelenggaraan berikut bisa ditopang dengan anggaran yang lebih tinggi.

Saat menyampaikan sambutannya, Frengki Amalo sempat berhenti sebentar. Saat itu, dia mengira adanya suara adzan dari masjid sekitar, sehingga ia meminta acara dihentikan sementara. Setelah dibisiki oleh panitia bahwa suara dari toa masjid merupakan, pengajian yang diputar.

Dia menegaskan bahwa Kota Kupang menjadi pusat kota toleransi harus diwujudkan dalam berbagai hal, termasuk dalam tindakan keseharian.

Ketua Panitia Jefta Soai mengatakan, perkembangan zaman pesatnya teknologi telah membuat minimnya minat dan perhatian masyarakat terutama dalam budaya lokal, khususnya NTT.

Menyadari kondisi ini, pihaknya lalu merancang untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bernama festival budaya lokal.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah. Sisi lain, acara itu juga ingin meningkatkan kecintaan masyarakat terutama anak muda terhadap budaya daerah.

Di samping itu, even kebudayaan bisa menumbuhkan kreativitas anak muda sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, khusus pelaku UMKM di Kelurahan Kelapa Lima.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai