Garam Lokal Kabupaten Kupang Kini Mulai Menyasar Pasar Nasional 
Bupati Kupang Yosef Lede melepas pengiriman 264 ton garam ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
PP
18 Sep 2025 19:04 WITA

Garam Lokal Kabupaten Kupang Kini Mulai Menyasar Pasar Nasional 

Foto: Bupati Kupang Yosef Lede melepas pengiriman 264 ton garam ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

KUPANG, NTTzoom.com - Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan geliat industri garam yang berorientasi pada produk kemasan beryodium bernilai jual tinggi. 

Sebanyak 11 kontainer berisi 265 ton garam dengan merek Saltera Teluk Koepang dilepas langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede menuju Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Acara pelepasan yang berlangsung di pabrik PT Garam Cahaya Indonesia, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah.

Yosef menegaskan, kualitas garam Kupang tak hanya layak konsumsi, tetapi juga berstandar industri.

“Kemarin garam yang ada bersifat konsumtif biasa-biasa saja. Tapi hari ini sudah ada peningkatan, dari bahan baku standar menjadi garam kemasan beryodium yang bernilai ekonomi lebih tinggi, bahkan bisa menjadi brand lokal Kabupaten Kupang,” kata Yosef.

Yosef menilai, keberadaan industri garam di Kupang tak sekadar menguntungkan perusahaan, melainkan juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Pemkab Kupang, kata dia, siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi pembangunan maupun payung hukum.

Ia berharap, kerja sama dengan Asosiasi Industri Garam NTT serta pemerintah daerah lain di NTT maupun luar daerah bisa memperluas pasar.

“Pemkab Kupang memberikan ruang seluas-luasnya agar produksi bisa lebih banyak, memenuhi kebutuhan lokal maupun nasional, dengan tetap mengutamakan kualitas,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Industri Garam NTT, Daniel Cherlin, menyampaikan bahwa produksi garam Kupang bisa mencapai 150 ribu ton per tahun jika iklim mendukung. Dari jumlah itu, sebagian besar siap diolah menjadi garam kemasan beryodium.

“Yang kami butuhkan hanya dukungan moril dari Bupati. Kalau hanya bahan baku, PAD rendah. Tapi kalau kita jual produk jadi, nilai tambahnya besar,” ujar Daniel.

Ia juga menyinggung keraguan sebagian pihak terkait pengiriman garam dari NTT ke Jawa.

“Biasanya orang bilang, garam dikirim dari Jawa ke Kupang. Tapi sekarang justru dari Timor ke Jawa. Itu bukan keliru, justru bukti bahwa garam Kupang bisa bersaing,” tegasnya. (jr/nz*)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai