KUPANG, NTTZOOM-Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Semau menggelar kegiatan pastoral bagi para calon kepala desa di Kecamatan Semau dan Semau Selatan, Senin (8/11).
Kelima desa yang menggelar pilkades, yakni Akle, Onansila dan Uitiuhtuan di Kecamatan Semau, Desa Batuinan dan Letbaun di Kecamatan Semau.
Kegiatan yang dilakukan di Kantor Klasis Semau itu menghadirkan para calon kades, panitia, penjabat kades, serta tokoh agama. Hadir Camat Semau Selatan Agus Funay, Kapolsek Semau Dantje Buu, perwakilan Koramil Semau Sertu Yunus. Sementara dari Kecamatan Semau diwakili Markus Batmaro yang juga Penjabat Kades Letbaun.
Ketua Klasis Semau Pdt.Joice Tulle pada kesempatan itu menuturkan, kegiatan pastoral merupakan bentuk tanggung jawab gereja mendampingi dan membimbing para cakades untuk menjadi pemimpin yang takut Tuhan. Apalagi, semua cakades di dua kecamatan itu adalah warga GMIT.
Menurut Joice, pemilihan kades adalah satu instrumen penting untuk membangun desa secara demokratis. Sebab melaluinya, masyarakat memilih dan memberikan kepercayaan kepada kandidat yang akan menyelenggarakan pemerintahan.
Karena itu, dia berharap semua tahapan pilkades bisa berjalan lancar dan damai.
"Saya tawarkan untuk memilih politik yang santun. Politik yang membawa damai. Kita mesti berfungsi sebagai garam dan terang supaya kita menjadi pembawa berkat. Kampanye itu membawa ide dan gagasan untuk bangun desa kita enam tahun ke depan. Bukan membawa kebencian dan hoax," papar dia.
Joice katakan, dibutuhkan kemampuan kritis gereja dan warga gereja dalam mendampingi kekuasaan. Misalnya, ketika ada kekeliruan maka ada tanggung jawab warga gereja di sana.
"Sehingga, kalau ada kritik, jangan marah. Itu baik, karena tanda awas. Jangan polisi panggil karena ada korupsi dulu, baru kita sadar," sambung dia.
Camat Semau Selatan, Agus Funay pada kesempatan itu mengusulkan agar para kades terpilih nanti memasukkan program Semau Terang. Dia jelaskan, Semau Terang menurut dia adalah penerangan jalan di masing-masing desa. Yakni, memasang lampu jalan.
"Setiap rumah satu lampu. Dananya dari dana desa. karena kalau gelap maka konotasinya macam-macam," kata Agus.
Markus Batmaro pada kesempatan itu mengatakan, masyarakat pasti menginginkan yang terbaik untuk desanya. Sehingga bagi kandidat dan panitia harus bisa menjaga agar semua tahapan pilkades berjalan lancar dan damai.
Sementara Kapolsek Semau Ipda Dantje Buu menegaskan, para cakades dan panitia harus bisa menjaga keamanan dan keharmonisan selama Pilkades.
"Kita ada 40 personil yang akan ditempatkan di dua kecamatan ini," kata Dantje.
Menurut dia, para personel akan ditempatkan di desa-desa yang menggelar pilkades. Dari lima desa tersebut, terdapat 16 cakades, yakni empat cakades di Desa Onansila, Letbaun tiga kandidat, Akle tiga cakades, Batuinan dua cakades dan
Uitiuhtuan empat cakades.(cd3/nz)
Dapatkan sekarang