KUPANG, NTTZOOM-Rencana Pemprov NTT untuk melanjutkan pembangunan Gedung NTT Fair di Kelurahan Lasiana Kota Kupang mendapat dukungan penuh dari DPRD NTT.
Gedung yang dibangun tahun 2018 dengan anggaran sekira Rp 30 miliar itu sebelumnya bermasalah. Bahkan beberapa orang yang terlibat, sudah menjalani hukuman pidana penjara sampai saat ini. Sementara gedung berlantai 2 itu dibiarkan mangkrak.
Anggota Komisi IV DPRD NTT Boni Jebarus kepada media ini mengaku sangat mendukung ide Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk melanjutkan pembangunan gedung yang bermasalah tersebut.
"Kami mendukung penuh rencana itu. Karena prinsipnya, setiap pembangunan itu harus berkelanjutan dan memiliki manfaat. Proses hukum tetap berlanjut. Tetapi tujuan dari pembangunan gedung itu tidak boleh diabaikan," tegas Bonjer, sapaan Boni Jebarus, Sabtu (10/7).
Sebagai mitra pemerintah, Bonjer sarankan agar NTT Fair ketika sudah selesai dibangun, harus diserahkan kepada pihak ketiga atau swasta untul dokelola secara profesional. "Karena tidak mungkin pemprov yang kelola sendiri," tambah politikus Partai Demokrat itu.
NTT Fair sendiri merupakan satu lokasi yang direncanakan multifungsi untuk lokasi pameran oleh Pemprov NTT saat dipimpin Gubernur Frans Lebu Raya. Pada 2016 sudah dibangun Auditorium senilai Rp 15 miliar. Dan dilanjutkan gedung kedua pada 2018. Namun gedung senilai Rp 30 miliar lebih itu bermasalah karena tidak mampu dilanjutkan pembangunannya oleh kontraktor.
Buntutnya, sejumlah orang dipenjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Mereka di antaranya mantan Kepala Dinas Perumahan NTT Julia Arfa bersama PPK Proyek Dona Tho
Selain itu mereka yang ikut bertanggungjawab, yakni Direktur PT Cipta Eka Puri, C Wijaya, dan kuasa Direktur PT Cipta Eka Puri, Linda Liudianto, serta konsultan pengawas dari PT Desakon, Barter Yusuf serta pengawas lapangan Feery Johns Pandie.
Sementara Kepala Badan Keuangan Daerah Zakarias Moruk yang dikonfirmasi media ini mengakui pihaknya siap melanjutkan pembangunan lokasi pameran tersebut. Menurut Zaka, saat ini masih menunggu proses penghitungan anggaran oleh Dinas PUPR NTT.
"Kita rencana anggarkan untuk 2022. Saat ini Dinas PUPR sedang hitung," jelas Zaka yang juga mantan Penjabat Bupati Belu itu.
Menurut dia, selain NTT Fair, pemprov juga merencanakan kelanjutan pembangunan Monumen Pancasila di Bolok, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Meski demikian, dia belum menyebut berapa angka yang dibutuhkan.(cd3/nz)
Dapatkan sekarang