Kupang, NTTzoom.com– Jenazah Praka Satria Taopan, prajurit TNI Angkatan Darat dari Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan, tiba di rumah duka di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/1/2026) malam.
Jenazah almarhum tiba menggunakan mobil ambulans sekitar pukul 23.45 WITA di kediaman orang tuanya di Jalan Salak, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa. Kedatangan jenazah disambut isak tangis histeris keluarga dan ratusan warga yang telah menunggu sejak sore hari.
Praka Satria gugur setelah terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Kamis 8 Januari 2026.
Dalam insiden tersebut, KKB juga diklaim merampas senjata dan perlengkapan militer milik korban.
Jenazah almarhum turut diantar oleh komandannya yang sekaligus menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.
Berdasarkan penjelasan kepada pihak keluarga, Praka Satria gugur saat menjalankan tugas pengamanan helikopter yang hendak mendarat untuk mengantarkan bahan makanan ke pos jaga.
Perwakilan Yonif 100/Bukit Barisan, Kapten Infanteri Desta, menyampaikan bahwa almarhum gugur saat melindungi rekan-rekannya dalam pelaksanaan tugas negara.
“Dia sedang menjalankan tugas negara. Saat itu almarhum mengamankan rekan-rekannya karena pengiriman logistik ke pos dilakukan menggunakan helikopter. Saat helikopter akan masuk, memang harus ada pengamanan. Naasnya, saat itu sudah ada OPM yang mengincar. Intinya almarhum telah berjuang dan gugur secara terhormat dalam menjalankan tugas negara,” ujar Kapten Inf. Desta.
Sementara itu, Komandan Kodim 1604/Kupang, Letkol Infanteri Kadek Abriawan, menyebut Praka Satria Taopan sebagai prajurit terbaik yang gugur demi mempertahankan keutuhan NKRI.
“Almarhum Praka Satria Taopan adalah prajurit terbaik kita, prajurit hebat yang berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Almarhum meninggal secara terhormat di medan tugas. Ini adalah risiko sebagai aparat negara dan TNI,” kata Letkol Inf. Kadek Abriawan.
Ia juga menyampaikan bahwa almarhum akan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada prajurit yang gugur dalam tugas.
“Kami rencanakan pemakaman secara militer di TPU Dharmaloka, dengan waktu yang menyesuaikan kesepakatan keluarga. Ini adalah penghargaan tertinggi bagi abdi negara yang telah mengorbankan jiwa dan raganya,” tambahnya.
Hingga Sabtu dini hari, ratusan pelayat terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Praka Satria Taopan.(es)
Dapatkan sekarang