Julie Laiskodat Mengaku Iri dengan Negara Lain
Ketua Tim Penggerak PKK NTT Julie Sutrisno Laiskodat memantau jalannya vaksinasi di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba Kupang, Rabu (8/9)
Carlens
08 Sep 2021 17:42 WITA

Julie Laiskodat Mengaku Iri dengan Negara Lain

PKK NTT-GMIT Klasis Kota Gelar Vaksinasi Covid-19 

KUPANG, NTTZOOM-Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, yang dipimpin Julie Sutrisno Laiskodat menggandeng GMIT Klasis Kota Kupang menggelar vaksinasi Covid-19 di GMIT Ebenhaezer Oeba, Rabu (8/9).
 
Kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan tim vaksinator dari RS Dedari Kota Kupang. 

Dalam sambutannya, Julie Sutrisno Laiskodat menyampaikan, saat ini belum ada obat untuk penyakit Covid-19. Namun salah satu cara untuk menangkal penyakit atau Covid-19 adalah vaksinasi. 
 
"Saya berharap lewat kegiatan vaksinasi ini, masyarakat NTT bisa mendapatkan vaksinasi," tandas Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem itu.

Julie juga mengatakan di negara lain sudah dianggap bebas karena hampir sudah tervaksinasi, sehingga dalam kegiatan apa pun, mereka dapat melakukannya tanpa memakai masker dan jaga jarak. Oleh karena itu, Indonesia khususnya NTT, harus vaksin Covid-19 agar dapat melakukan kegiatan apa pun tanpa memakai masker dan menjaga jarak. 

"Iri nggak sih. Yah, irilah. Di negara lain sudah dianggap bebas melakukan kegiatan tanpa memakai masker dan jaga jarak, masa di Indonesia khususnya NTT tidak bisa?" ujarnya. 

Julie Sutrisno Laiskodat yang juga Ketua Dekranasda NTT itu mengingatkan, masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 agar bisa berkunjung ke kantor PKK Provinsi NTT untuk divaksin. 

"Bagi keluarga yang belum divaksin bisa langsung saja ke kami, PKK untuk divaksin," harap Julie. 

Khusus untuk ibu-ibu hamil sudah bisa mendapatkan vaksinasi dengan obat yang jenisnya sama akan tetapi persiapan ruangannya yang berbeda. 

"Untuk ibu-ibu hamil di rumah, sudah bisa divaksin boleh saja langsung di PKK yang dilaksanakan setiap hari Selasa-Kamis," sambungnya. 

Julie katakan vaksinasi ini bukan saja untuk orang dewasa dan ibu-ibu hamil, tetapi untuk anak-anak juga perlu mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

"Untuk anak-anak yang berusia 12-17 tahun juga wajib mendapatkan vaksin," tandas dia. 

Julie juga sampaikan untuk anak-anak yang masih duduk di bangku pendidikan dapat mendaftarkan nama-namanya ke setiap guru agar dapat bekerja sama dengan PKK sehingga bisa mendaptakan vaksinasi. 

"Untuk anak-anak yang masih sekolah suruh daftar namanya nanti Dinas Pendidikan dengan kami bekerja sama untuk datang ke sekolahnya lewat Vaksin Goes to School," tambahnya. 

Julie jelaskan, vaksinasi tahap pertama dapat mencapai 80 persen sedangkan vaksinasi tahap kedua ini masih 40 persen. 

Ketua Tim Penanggulan Covid-19 Klasis Kota Kupang, Robert Fanggidae menjelaskan terdapat 307 orang yang dibagi atas dua tahap, yakni tahap pertama terdapat 160 warga yang hari ini mendapatkan vaksin Covid-19 dan untuk tahap kedua, yakni terdapat 147 warga yang akan divaksin pada Kamis (9/8) 

"Hari ini dilaunching di sini terdapat 160 jema'at atau masyarakat dan untuk besok terdapat 147 jema'at atau masyarakat," terang Robert 

Robert yang akrab disapa Bobby itu juga mengakatan untuk mencegah atau memulihkan penyakit maka memberikan lima hingga 10 persen ketika terdapat kendala-kendala penyakit. Namun vaksin tetap digunakan dengan jumlah vaksin sebanyak 300. 

"Untuk memulihkan penyakit ini maka kami memberikan 5 hingga 10 persen, sehingga jika terjadi kendala-kendala pun vaksin tetap bisa digunakan," terang Robert. 

Janis obat vaksin yang digunakan untuk vaksinasi hari ini adalah Vaksin Zinovac.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai