Kader Demokrat Jangan Saling Bunuh
Anggota Komisi III DPR RI, Beny K Harman memberikan sambutan pada Konsolidasi Kader di Grand Mutiara Kupang, Sabtu (5/2)
Carlens
06 Feb 2022 09:40 WITA

Kader Demokrat Jangan Saling Bunuh

Konsolidasi Kader Partai Demokrat NTT Diwarnai Demo 

KUPANG, NTTZOOM-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTT menggelar Konsolidasi Kader menuju pemilihan umum 2024 mendatang. Hajatan politik tersebut diwarnai aksi demonstrasi dari simpatisan Jefri Riwu Kore (Jeriko). 

Menanggapi kejadian itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Beny K Harman menyebut dinamika yang terjadi pasca Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat NTT, merupakan hal biasa. Namun begitu, dinamika itu jangan berlebihan.  

Diketahui, simpatisan Jeriko melakukan aksi demonstrasi terhadap putusan DPP terkait hasil Musda. Demonstrasi itu dilakukan pasca putusan DPP ikhwal Ketua DPD Partai Demokrat NTT terpilih periode 2021-2026, Sabtu (5/2). 

Dalam arahannya di konsolidasi seluruh kader partai demokrat NTT di Hotel Grand Mutiara Kupang, Beny Harman yang juga anggota DPR RI itu menyebut jika yang diinjak dan dibakar adalah foto dirinya, merupakan hal biasa tetapi tidak pada foto atau baliho Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

"Kalau foto ketua umum kita yang diinjak-injak tanpa kesalahan apapun, diperlakukan begitu. Saya rasa pada saatnya juga kita akan mengambil langkah yang lebih," ungkap Beny.  

Beny mengaku, ketua umum AHY tidak mengetahui apapun tentang masalah ini. Partai yang diinjak-injak, bagi Beny adalah tindakan tidak pantas. Apalagi pernah mendapat manfaat dari Partai Demokrat.   

Orang-orang yang mendalangi tindakan tidak terpuji itu, menurutnya diketahui melalui berbagai foto dan video yang ada di media sosial. Foto itu memperlihatkan baliho dan foto-foto ketua umum AHY diinjak-injak, namun dihargai tapi jangan foto ketua umum AHY.  

"Jadi saya ingatkan teman-teman jangan baku bunuh. Saya tidak ingin kader Partai Demokrat yang menjadi agen partai luar untuk merusak Demokrat," kata Beny.  

Beny juga menjelaskan mengenai proses konsolidasi bahwa proses konsolidasi ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Tujuannya menyatukan kembali kekuatan untuk merebut kekuasaan. 

BKH menyebut merebut kekuasaan bukan sesuatu yang tidak baik, tentu kalau dilakukan dalam proses pemilihan umum. Dengan kekuasaan itu, akan lebih efektif melayani masyarakat dan bisa merencanakan dan menjalankan semua program.  

"Dengan konsolidasi ini agar semua kader bisa bekerja untuk memenangkan pemilu tahun 2024 mendatang," katanya.  

Pemilu tahun 2024 mendatang, Partai Demokrat akan mengusung Ketua Umum, AHY sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden. Ini juga sesuai dengan hasil survei pada beberapa lembaga yang menempatkan AHY di posisi kedua dengan elektabilitas tertinggi setelah Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.  

Anggota Komisi III, DPR RI itu menghimbau semua kader Demokrat NTT agar tahun ini untuk bekerja mengkampanyekan ketum AHY melalui pemasangan baliho dan sosialisasi dengan masyarakat setempat.  

Selain itu ditegaskan juga untuk melakukan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting Partai Demokrat di tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan.  

"Jadi ini kita punya agenda yang harus dikerjakan. Coba bayangkan kita punya agen politik di tiap desa/kelurahan. Tiap hari dia omong tentang partai kita, dan ketua umum kita," ungkapnya.  

Beny mengatakan, para kader yang ingin mencalonkan diri di tingkat Pilkada ataupun legislatif agar tidak malu-malu dan memulai untuk bekerja. Dia menyinggung ketika Leo Lelo yang akan mengundurkan diri jika gagal dalam memimpin Demokrat NTT. Untuk itu, ia mengingatkan agar kursi di tingkat DPRD Provinsi hingga Kabupaten/Kota agar ditingkatkan.  

"Yang sama jelek nanti, jangan diminta datang kita, jangan menunggu diminta. Datang, sampaikan, pak saya gagal, saya serahkan kepemimpinan ini, itu dia. Kalau betul dia tanah air," sebutnya.  

"Jangan masih ada pingin-pingin lalu gerakan orang untuk demo-demo. Harus gentlemen, kalah mundur, salah bilang. Jangan sudah tidak mampu, dan tidak mau," kata Beny menambahkan.  

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Menurut Beny, tantangan itu dari dalam dan dari luar partai. Beberapa waktu lalu, kisruh dengan KSP Moeldoko dan sekarang timbul masalah seperti ini.  

Tantangan berupa komitmen dan sumber daya dalam tubuh partai itu sendiri. Partai harus diisi oleh kader dengan komitmen dan militansi untuk membela partai.  

Anggota DPR RI asal NTT I itu juga meminta adanya sistem media sosial yang kuat dalam DPD Partai Demokrat NTT. Kehadiran media sosial untuk memberi keseimbangan dan penjelasan kepada publik terhadap narasi yang menjelek-jelekkan Partai Demokrat.  

Ia menegaskan, persaingan dalam politik itu hal biasa dan penting. Namun persaingan itu harus dengan baik karena itu menjadi warna dalam kepartaian. 

Pada pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat NTT awal bulan Maret 2022 mendatang, Beny mengaku mengupayakan agar ketua umum AHY dan pengurus DPP hadir dalam prosesi itu.  

Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leonardus Lelo menjelaskan konsolidasi itu dilakukan untuk memperteguh soliditas sesama kader dengan tujuan agar Partai Demokrat bisa menang dalam Pemilu tahun 2024 mendatang.  

Leo Lelo jelaskan, semua kader harus bisa memahami yang namanya undang-undang Partai Politik (Parpol) dengan tujuan mewujudkan cita-cita luhur yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.  

Demikian juga dengan kehadiran Partai Demokrat yang telah disahkan, yakni untuk melayani masyarakat. Para kader untuk bisa memahami visi, misi dan program umum dari Partai Demokrat, juga AD/ART yang disahkan pada 18 Mei 2020, di bawah kepemimpinan Ketua Umum AHY.  

Para kader serta calon pengurus DPD Partai Demokrat NTT, juga ditegaskan untuk membaca dan memahami semua ketentuan itu. Demikian juga dengan visi dan misinya untuk menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTT.  

"Agar harus dipahami dan dihayati dan dilaksanakan dalam kepengurusan ke depannya," katanya. 

Selain komitmen politik dalam perhelatan demokrasi, Partai Demokrat juga harus mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat umum.  

Gejolak yang terjadi pada 4 Januari 2022 lalu dan hari ini, menurut Leo Lelo, tidak akan terjadi lagi bilamana semua kader memahami semua aturan atau yang ada dalam AD/ART sebagi sumber kebenaran.  

Ideologi partai yakni nasionalis religius, maka Partai Demokrat menghargai kemajemukan yang ada. Menurut dia, hal ini berkaitan dengan kepribadian.  

Sama juga dengan para kader yang harus saling menghargai dalam kesatuan untuk menjadikan Partai Demokrat berada di depan dan terus solid khususnya di NTT.  

Leo Lelo menegaskan, pada proses Musyawarah Daerah (Musda) lalu, memang disebutkan dirinya menggunakan politik identitas. Leo Lelo mengaku, dirinya tidak seperti yang dituduhkan, namun lebih kepada komitmen membawa perubahan di Partai Demokrat NTT.  

Ia pun merespon aksi demonstrasi yang dilakukan oleh simpatisan Jeriko di luar arena konsolidasi. Leo menyebut tindakan itu merupakan bentuk dukungan.  

"Bahwa mereka itu mencintai Partai Demokrat. Saya berterima kasih, sehingga bisa kembali sebagai Demokrat, kembali ke rumah masing-masing untuk merenung dan merefleksikan partai Demokrat ini," tegasnya.

Demonstrasi tersebut juga, menurut Leo Lelo telah dilaporkan oleh tim advokasi dari DPD Partai Demokrat NTT ke polisi. Saat ini, laporan tersebut sedang berproses dan menunggu perkembangan selanjutnya.  

Diketahui dalam konsolidasi itu, hadir semua Ketua DPC Partai Demokrat di semua Kabupaten/Kota, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat di NTT, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Beny K. Harman, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Anitha J. Gah dan Sekretaris Badan Diklat DPP, Abdullah Apah.  

Dalam acara konsolidasi itu, simpatisan Jeriko melakukan demonstrasi di depan Grand Mutiara Kota Kupang. Pihak Kepolisian dari Polres Kupang Kota dan Polda NTT melakukan pengamanan di lokasi tersebut.  

Aksi saling dorong antara aparat kepolisian dan massa aksi juga tidak terhindarkan. Massa aksi kalah jumlah dan perlahan membubarkan diri.(*/jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai