MAUMERE, NTTZOOM-Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sikka, Perguruan Tinggi (PT) Muhamadyah menggelar vaksin masal sebanyak 2000 orang di kampus Muhamadya Maumere. Hal ini disampaikan Rektor Muhammadyah Erwin Prasetya, Senin (2/8) di Maumere.
Erwin jelaskan vaksinasi yang dilakukan secara masal itu merupakan bukti bahwa Muhammadyah memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sikka dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.
Namun demikian dalam vaksin tersebut lebih memfokuskan pada tokoh-tokoh agama. Kuota vaksinasi itu sebanyak 2000 orang, yang dilaksanakan secara bertahap. Setiap hari lanjut Erwin harus melayani 340 orang minus hari Jumat yang hanya melayani 300 orang.
“Muhahmadyah Maumere menggelar vaksinasi kepada 2000 orang. Sesuai kuota, setiap hari harus memvaksin sebanyak 340 orang, kecuali hari Jumat, vaksinasi dilayani 300 orang. Hal ini membuktikan bahwa Muhammdyah Maumere melayani masyarakat dan lebih khusus tokoh lintas agama,” jelas Erwin.
Seperti yang disaksikan media ini vaksinasi itu dihadiri seluruh tokoh agama, dan masyarakat yang terdaftar secara online. Kegiatan vaksin tersebut melibatkan tenaga kesehatan (Nakes) dari tiga Puskesmas di Kabupaten Sikka. Ketiga Puskesmas tersebut di antaranya, Puskesmas Nita, Puskesmas Koting dan Puskesmas Waipare.
"Kami berharap dengan vaksin masal ini dapat mengurangi penyebaran covid yang terjadi di Kabupaten Sikka. Upaya ini dilakukan untuk membantu pemerintah yang saat ini tengah berjuang menangani Covid-19 di tanah air," ungkap Erwin.
Di hadapan tokoh agama, bupati dan masyarakat, Erwin juga memohon doa dari seluruh elemen masyarakat agar pelayanan vaksinasi itu dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kegiatan vaksin tersebut juga dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-76 NKRI. Oleh karena itu Erwin meminta adanya partisipasi masyarakat Kabupaten Sikka.
Sementara itu staf kementeran kesehatan RI, dr. Eka Yusuf MSC dalam sambutannya secara virtual mengatakan, vaksinasi yang dilakukan oleh Muhammadyah itu merupakan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Sikka, terutama tokoh lintas agama, yang didukung penuh oleh pemerintah Propinsi NTT dan pemerintah daerah Kabupaetn Sikka.
"Vaksinnasi ini adalah kontribusi nyata Muhammadyah kepada masyarakat Kabupaten Sikka, yang didukung oleh pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Sikka,” tandas Eka.
Hal senada juga disampaikan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Menurut Robi, di tengah pandemi Covid-19 yang semakin mengganas ini, masih diberi kesempatan untuk hidup. Oleh karena itu dengan melakukan vaksin secara masal itu, semua tokoh agama secara bersama-sama bergandengan tangan mencegah Covid-19 di Sikka.
Robi tambahkan, Kabupaten Sikka merupakan salah satu kabupaten di NTT yang masuk Level IV. Oleh karena itu dengan adannya vaksin masal kepada masyarakat maka secara nyata telah membantu pemerintah dalam menekan Covid-19 di Sikka. Robi juga mengaku, kasus Covid-19 saat ini di Kabupaten Sikka, sudah mengalami penurunan. Robi berharap dengan terus gencar melakukan vaksinasi maka kasus covid dapat terus menurun.
"Namun demikian saat ini sudah mengalami penurunan. Kita berharap dengan gencarnya melakukan vaksin, kasus Covid di Sikka dapat terus menurun," harap Robi.
Masih menurut Robi, hingga saat ini terdapat 400 orang terpapar Covid-19 di Sikka. Sementara jumlah penduduk mencapai 323.000 jiwa. Vaksin akan terus digalakkan hingga mencapai 70 persen. Pemerintah Kabupaten Sikka, kata Robi juga telah mendapatkan bantuan 40.000 ampul vaksin. Dengan demikian hingga bulan September mendatang vaksinasi dapat mencapai 70 persen.
"Hingga saat ini yang divaksin baru mencapai 10 persen. Diharapkan hingga September mendatang dapat mencapai 70 persen. Permintaan kita dalam waktu dekat akan mendapatkan 40.000 ampul vaksin dari Kementerian Kesehatan,” ungkap Robi.(rel/cd3/nz)
Dapatkan sekarang