KUPANG, NTTZOOM-Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke secara resmi telah bersurat ke PT.PLN. Isinya terkait peningkatan status pelayanan di kabupaten tersebut.
Saat ini status kantor pelayanan PLN di Sabu Raijua adalah Sub Unit Layanan Pelanggan (SULP). Di bawah Unit Layanan Pelanggan (ULP) Oesao Kabupaten Kupang. Sehingga status pelayanan PLN di Sabu Raijua setara kantor payanan tingkat kecamatan.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD NTT yang membidangi energi, Alexander Foenay meminta keseriusan pihak PLN dalam memberikan pelayananan.
Dia contohkan, saat ini kapasitas atau daya terpasang di NTT mencapai 330 megawatt. Namun yang terpakai baru 220 MW. Sehingga selisih tidak terpakai sekira 110 MW. Secara bisnis, kata Alex, PLN rugi.
"Ini tugas PLN, bagaimana menjual energi ini supaya bisa menjawab kebutuhan listrik di daerah-daerah terpencil itu. Kita ambil contoh, kenapa ibukota kabupaten/kota tidak diterangi secara terang-benderang. Kan yang bayar juga masyarakat. Lalu, dari segi pendapatan PLN dan PAD daerah juga dapat. Rakyat yang bayar," papar Alex.
Menurut Anggota Fraksi Partai Perindo itu, seharusnya kerja sama pemerintah provinsi dengan PLN ditindaklanjuti pemerintah kabupaten/kota. "Sehingga pemda tidak perlu lagi terlalu banyak investasi di sektor itu. Misalnya pembelian tenaga surya (PLTS)," sambung dia.(cd3/nz)
Dapatkan sekarang