KUPANG, NTTzoom.com - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Mexianus Bekabel meminta warga agar jagan berlatih renang di cekdam.
Kondisi cekdam yang lumpur dan tanpa diawasi instruktur sangat berbahaya bagi warga terutama pada calon anggota TNI/Polri ketiga berlatih renang.
Permintaan ini disampaikan Mexianus menyusul adanya kematian seorang korban yang juga calon anggota TNI ketika berlatih renang di cekdam.
"Di cekdam itu dasarnya berlumpur. Bahaya itu. Apalagi dia pemula, kalau bisa di kolam saja, karena ada instrukturnya. Jangan di laut juga," pinta Mexianus.
Ia mengatakan,, cekdam dan bendungan bukanlah tempat latihan berenang karena sangat berbahaya.
Seperti diberitakan, seorang pemuda bernama Duma Philia Leo (20) tenggelam saat berlatih renang di Cmcekdam 3 di RT 12, RW 04, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (10/6/2025) sekira pukul 13.30 Wita.
Korban diduga belum mahir berenang namun nekat menyebur hingga ke tengah cekdam.
Menurut warga, korban dan tiga rekannya berenang melintasi cekdam dengan panjang sekitar 150 meter dan lebar 100 meter tersebut.
Naas, tiga rekan korban berhasil ke tepian seberang cekdam, sementara korban tertinggal di belakang.
Selain belum mahir berenang, korban yang berenang mengenakan celana panjang jeans itu, diduga menjadi penyebab korban kelelahan dan akhirnya tenggelam.
Warga sempat berupaya menyelamatkan korban namun gagal dan korban tenggelam hingga ke dasar cekdam.
"Sekitar 3 atau 4 orang berenang untuk cari dia. Saya menyelam dan sempat pegang di lengan tapi karena sendiri dan sudah lelah juga, akhirnya terlepas lagi," ujar Juan.
Dia kemudian meminta warga lain untuk membantu menarik keluar tubuh korban dari dasar cekdam namun tak ada warga yang berani untuk menyelam.
Warga pun melapor ke Basarnas Kupang untuk melakukan evakuasi. Tim SAR yang mendapat laporan sekitar pukul 14.45 wita, langsung menyiapkan peralatan untuk melakukan upaya pencarian.
Dua tim penyelam yang diterjunkan ke lokasi, berhasil menemukan jasad korban sekira pukul 16.50 Wita.
"Ketemu di dasar cekdam, kedalaman sekir empat meter," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, kepada wartawan di lokasi kejadian.
Mexianus mengungkapkan, korban berlatih renang untuk persiapan mengikuti test menjadi anggota TNI. (es/nz*)
Dapatkan sekarang