ENDE, NTTzoom.com - Ketika strategi digital dibicarakan, kebanyakan orang hanya fokus pada branding, konten, dan viralitas. Tapi siapa yang membicarakan bahaya yang tersembunyi di baliknya?
Siapa yang berani menguliti sisi gelap ekosistem digital yang dapat menghancurkan reputasi dan usaha hanya dalam satu malam?
Jawabannya muncul dengan kuat di aula Hotel Syifa, Ende, pada 30 Juli 2025: Dr. Deford Nasareno Lakapu.
Sebagai praktisi pengembangan sistem manajemen risiko strategis, Dr. Deford tampil bukan sekadar sebagai pemateri, tapi sebagai pemantik kesadaran baru.
Selama hampir lima jam non-stop, ia menggiring 50 wirausaha muda dari Ende, Ngada dan Nagekeo ke dalam ruang paling tak terduga: ruang risiko. Di sana mereka tidak hanya belajar, tapi juga diuji untuk berpikir seperti pemimpin yang tengah menghadapi badai digital secara langsung.
“Digital marketing bukan hanya soal follower dan traffic. Ini tentang arena reputasi. Satu keputusan buruk bisa menenggelamkan merek Anda. Anda butuh radar, bukan hanya megafon,” tegas Dr. Deford, dengan gaya retoris yang memikat, lugas, dan menggugah kesadaran.
Simulasi Krisis: Saat Belajar Menjadi Pertarungan Strategi
Dalam sesi yang disebut-sebut sebagai puncak pelatihan Inkubator Bisnis Dispora NTT, Dr. Deford menyulap ruangan menjadi “ruang komando krisis.” Ia merancang simulasi intens, seolah para peserta memimpin brand yang tengah diserang oleh opini publik, hoaks, sabotase digital dan review negatif yang viral.
Peserta ditantang sebagai manajer komunikasi, pemilik brand, dan analis risiko dalam skenario tekanan tinggi. Di sinilah, pemahaman mereka tentang digital marketing benar-benar diuji.
“Ini bukan seminar. Ini seperti simulasi medan perang,” ucap salah satu peserta dari Ngada dengan mata berbinar, usai keluar dari ruangan.
Materi yang Mengguncang Nalar
Dr. Deford menghadirkan empat pilar utama dengan pendekatan strategis dan aplikatif:
Pemetaan Risiko Digital: Mengenali hoaks, serangan siber, algoritma manipulatif, hingga ancaman reputasi dari dalam komunitas digital sendiri.
Taktik Mitigasi Krisis: Dari cara membungkam badai komentar negatif secara elegan, hingga membangun kembali reputasi dalam waktu darurat.
Etika dan Privasi Digital: Memahami peraturan, menjaga data pelanggan, dan membangun kepercayaan sebagai aset utama brand.
Simulasi dan Respons Cepat: Menangani sabotase, ujaran kebencian, hingga perang digital yang dilakukan kompetitor secara halus namun mematikan.
Peserta tidak hanya menyerap, tapi juga bereaksi aktif. Diskusi bergulir tajam. Bahkan, saat sesi berakhir, puluhan peserta tetap mengelilingi Dr. Deford untuk bertanya lebih lanjut.
“Dr. Deford bukan hanya membuka mata kami. Ia membuka peta yang selama ini tidak kami sadari ada. Sekarang kami tahu di mana perang sebenarnya terjadi,” ujar seorang peserta dari Nagekeo.
Doorprize Intelektual: Tiga Buku, Tiga Jawaban, dan Tiga Penerus Gagasan
Di akhir sesi, Dr. Deford memberikan kejutan intelektual: doorprize tiga eksemplar buku karyanya sendiri yang terbit tahun 2025, berjudul “Menjadi Orang Baik di Tempat Kerja”.
Buku ini diberikan kepada tiga peserta yang mampu menjawab pertanyaan kritis seputar manajemen risiko digital yang telah dipaparkan selama sesi.
Langkah ini bukan sekadar hadiah—melainkan simbol bahwa pemikiran dan refleksi adalah bagian dari kesiapan menghadapi dunia usaha yang kompleks.
Dispora: Dr. Deford adalah Kompas Baru
Menurut Matius Ngadu Oli, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora NTT, kehadiran Dr. Deford bukan hanya memperkaya materi pelatihan, tapi memberi dimensi baru dalam cara negara menyiapkan pengusaha muda.
“Kami tidak ingin mereka hanya menjadi kreator. Kami ingin mereka menjadi navigator. Dan Dr. Deford telah memberi mereka kompas,” tegas Matius.
Lebih dari Sertifikat: Mereka Pulang dengan Ketangguhan
Kegiatan pelatihan yang dimulai sejak 28 Juli dan ditutup pada 31 Juli dengan presentasi rencana bisnis dan penyerahan sertifikat, kini tercatat sebagai momentum penting.
Peserta bukan hanya pulang dengan lembaran kertas, tapi dengan perisai intelektual dan kesiapsiagaan mental dalam menghadapi ekosistem digital yang makin rumit.
Dan di tengah-tengah ruang itu, berdiri figur sentral yang membawa percikan perubahan itu: Dr. Deford Nasareno Lakapu, seorang pemikir, praktisi, dan guru medan risiko yang meninggalkan jejak intelektual di benak para wirausaha muda NTT. (jr/nz*)
Dapatkan sekarang