KUPANG, Nttzoom-Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba tampak kesal dengan kinerja bawahan, khususnya 3000-an tenaga kontrak di daerah tersebut.
Alex katakan, semenjak ditugaskan di Kab.Kupang, dia mendapati sebagian besar tenaga kontrak tidak berkinerja baik. Bahkan tidak jelas dan bobrok.
Hal ini dia ungkapkan saat membuka Rapat Koordinasi bersama camat, lurah dan kepala desa se Kab.Kupang bertempat di SNAKMA Kupang, Rabu (19/6). Menurut dia, Undang-undang sudah melarang perekrutan tenaga kontrak sejak beberapa tahun lalu. Namun karena tidak ada ketegasan dari kepala daerah maupun pimpinan lembaga, sehingga tetap saja ada perekrutan tenaga kontrak.
"Kita punya 3.000 lebih tenaga kontrak. Kerja tidak jelas. Tiap bulan misalnya Rp 1 juta per orang, hampir Rp 4 miliar untuk gaji mereka. Tapi ditanya apa kerjanya, tidak ada. Tidak jelas. Karena ini titipan semua," kata Alex yang menyinggung rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT itu mengungkapkan, target PAD Kab.Kupang tahun 2023 sebesar Rp 120 miliar lebih. Namun realisasinya hanya Rp 63 miliar lebih. Uang tersebut bahkan hanya cukup untuk membayar tenaga kontrak yang menurut dia berkinerja tidak baik itu.
"Makanya banyak usulan dari kecamatan dan desa tidak bisa dijawab karena dana kita terbatas," sambungnya lagi.
Dia sebutkan, saat melakukan Sidak, banyak sekali tenaga kontrak yang tidak berkantor alias absen. Hal ini menurut dia tidak boleh terjadi karena tenaga kontrak ketika sudah menerima SK dan haknya, dia punya kewajiban yang sama dengan ASN.
Selain itu, Alex juga memerintahkan para camat, lurah dan kepala desa untuk mendukung realisasi PAD dengan taat pajak. Karena sumber pendapatan daerah paling besar berasal dari masyarakat, terutama pajak bumi dan bangunan (PBB).
Jika semua potensi pendapatan dikelola dengan baik, daerah tersebut bisa sejajar dengan kabupaten lain di NTT. "Maksimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di desa dan kelurahan. Silakan kelola baik-baik dana desa untuk membangun desa masing-masing," sambung Alex.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang