Kunjungi Kampung Gubernur NTT, DPRD Beri Sejumlah Catatan 
Rombongan Komisi IV DPRD NTT didampingi mitra saat meninjau jalan poros tengah Pulau Semau, tepatnya di Desa Huilelot, Jumat (23/7)
Redaksi
24 Jul 2021 12:07 WITA

Kunjungi Kampung Gubernur NTT, DPRD Beri Sejumlah Catatan 

KUPANG, NTTZOOM-Kunjungan kerja Komisi IV DPRD NTT di Pulau Semau Kabupaten Kupang, Kamis (23/7), mendapati sejumlah catatan penting untuk Pemerintah Provinsi NTT. 

Ketua Fraksi Partai Hanura Refafi Gah mengungkapkan, sesuai pengamatan di lapangan, beberapa proyek yang sedang dikerjakan Pemprov NTT di Pulau Semau sudah berjalan sesuai perencanaan. 

"Jalannya sudah bagus. Yang direncanakan itu lebarnya hanya enam meter, tetapi gubernur minta delapan meter. Dan kontraktor tambah dua meter tanpa tambah anggaran. Sehingga sekarang yang dibangun delapan meter," kata Refafi. 

Anggota Komisi IV itu melanjutkan, selain dermaga dan jalan raya, ada pula desa model di Kecamatan Semau Selatan, yakni Desa Uitiuhtuan. "Kita berharap, bukan hanya pekerjaan selesai tepat waktu, tetapi kwalitasnya benar-benar dijaga supaya dapat bermanfaat secara berkelanjutan untuk masyarakat," lanjut Anggota DPRD NTT dua periode itu. 

Sementara Anggota Komisi IV lainnya Alexander Foenay menambahkan, secara keseluruhan, proyek-proyek Pemprov NTT yang sedang dikerjakan di Pulau Semau berjalan baik. Namun Alex memberi catatan terhadap metode pengerjaan jalan, yakni pelebaran jalan poros tengah. 

Alex jelaskan, kontraktor seharusnya membuang bagian-bagian tanah yang berpotensi lembek atau berlumpur ketika musim hujan. Hal ini dilakukan sebelum bahan sirtu atau tanah putih ditebar. Sehingga konstruksinya benar-benar kuat dan tidak mudah rusak ketika ada genangan air. 

Alex juga mengaku sangat mendukung pembangunan dermaga pariwisata yang di Kauan, Desa Hansisi yang menelan biaya sebesar Rp 6,5 miliar lebih. Komisi IV meminta agar disiapkan semacam terminal, sehingga ada tempat singgah bagi masyarakat pengguna dermaga tersebut. "Semacam tempat singgah dan parkiran. Jadi ada yang bisa jualan makanan dan minuman. Bukan sekadar datang naik kapal. Sehingga ada dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," jelas Alex. 

Menurut politikus Partai Perindo itu, pemilihan lokasi dermaga sangat tepat. Tidak harus di lokasi wisata seperti di Pantai Liman, Semau Selatan. "Ini supaya orang turun dari dermaga dan perjalanan ke tempat wisata itu bisa singgah untuk belanja sepanjang jalan. Sehingga masyarakat semakin banyak yang merasakan dampak ekonominya," tambah Alex.(cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai