Latif Daka, Tenaga Ahli Dana Desa di Kabupaten Alor Diduga "Main Mata" dengan Suplier PJU 
Tiang listrik PJU yang berada di kediaman Latif Daka di Kalabahi, Kabupaten Alor.
admin
20 Jul 2025 15:07 WITA

Latif Daka, Tenaga Ahli Dana Desa di Kabupaten Alor Diduga "Main Mata" dengan Suplier PJU 

ALOR, NTTzoom.com - Latif Daka, seorang tenaga ahli Dana Desa di Kabupaten Alor diduga main mata dengan suplier dalam proyek pengadaan penerangan jalan umum (PJU). 

Latif Daka diduga menawarkan tiang PJU kepada sejumlah desa di Kabupaten Alor dan sebagiannya bahkan sudah terpasang sejak tahun lalu. 

Dikutip dari victorynews.id, dugaan ini menjadi kuat setelah ditemukan tumpukan lampu PJU di kediamannya di sekitar gedung MTS Kalabahi. Tumpukan tiang itu belum dibagikan kepada sejumlah desa di Alor. 

Sumber victorynews.id di Kalabahi, mengungkapkan, tiang lampu jalan berwarna merah putih itu kini masih terkumpul di halaman kediamannya. 

Dalam urusan pengadaan PJU itu, Latif Daka diduga bekerja sama dengan orang-orang dekatnya untuk melakukan penawaran ke sejumlah desa. 

Sikap Latif Daka itu melanggar kode etik profesi dalam Kepmendes Nomor 143 tahun 2022 tentang Petunjuuk Teknis Pendampingan Masyarakat  pada point larangan bagi pendamping. 

Milik Pengusaha Jakarta 

Sementara itu, Latif Daka yang dihubungi victorynews.id dari Kupang membatah jika terlibat dalam pengadaan PJU di Kabupaten Alor. Menurutnya, jika punya bukti maka pihak yang merasa keberatan silahkan lapor aparat penegak hukum (APH). 

Latif memastikan, sebagai pendamping ia bekerja secara profesional sejak masih menjadi Tenaga Ahli Dana Desa tingkat Provinsi NTT. 

Dia mengatakan, tiang listrik yang berada di rumahnya itu merupakan milik seorang pengusaha asal Jakarta yang dititipkan kepadanya. 

"Itu tiang listrik awalnya simpan di pak Rifai Nampira tapi karena kontraknya sudah habis makanya dia minta tolong saya untuk simpan di rumah sampai saat ini," ujar Latif. 

Dia menambahkan, tiang listrik disiapkan pengusaha asal Jakarta untuk kegiatan proyek di Alor, namun belum sempat terealisasi. Ia sama sekali tidak terlibat apapun dalam urusan proyek itu. 

Ditanya, bahwa ada sejumlah tiang listrik yang sama sudah terpasang di beberapa desa, Latif mengatakan, menurut informasi tiang listrik itu dipasang untuk sekedar sebagai promosi kepada sejumlah desa di Alor. 

Namun, belum ada desa yang bersedia membelinya karena harga terlalu mahal sehingga masih tersisa sampai sekarang. Menurutnya, ada sebagian telah dipasang di vila mantan Bupati Alor Amon Djobo. 

"Ini pengusaha juga kenal dengan pak Amon makanya ada lima tiang listrik itu pasang di vila beliau," ujar Latif. 

Selain itu, sebagian juga telah terpasang di sejumlah desa karena dijual oleh para tukang dari pengusaha itu untuk kembali ke kampung halaman 

Menurut Latif, proyek lampu jalan itu belum sempat terealisasi karena pengusaha asal Jakarta itu mengalami kecelakaan serius. Pengusaha itu dikenalnya beberapa tahun yang lalu. (nz/jr/vn*)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai