LETBAUN, NTTzoom.com – Lima kelompok penari tampil memukau dalam lomba tarian adat Li Ngae di Embung Uikiban, Desa Letbaun, Kecamatan Semau Kabupaten Kupang, Jumat (8/8/2025) malam. Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-19 Desa Letbaun sekaligus menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia.
Para penari mengenakan pakaian adat berwarna merah putih dengan bendera kecil di ujung jari. Mereka menari sambil berpelukan dan bernyanyi bersahut-sahutan.
Selain penari senior, puluhan pemuda dan pemudi juga ikut berpartisipasi untuk melestarikan budaya yang mulai tergerus oleh pengaruh luar.
Kepala Desa Letbaun, Charles Bising, mengatakan kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali semangat generasi muda dalam menjaga budaya lokal. “Para penari asli sudah mulai berkurang karena usia. Kami mengajak anak-anak muda, bahkan yang tinggal di luar daerah, untuk pulang dan ikut latihan demi penampilan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan Embung Uikiban sebagai lokasi kegiatan juga untuk mempromosikan pariwisata desa.
“Dengan dana desa yang terbatas, kami berupaya menghadirkan atraksi dan fasilitas menarik bagi pengunjung. Ke depan, ini akan menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Charles.
Li Ngae dalam bahasa Helong berarti “injak jagung” dan biasanya dilakukan bersama-sama di atas tumpukan biji jagung seusai panen. Tradisi ini dipercaya dapat mengusir hama dan mengawetkan jagung secara alami, sekaligus menjadi ajang pertemuan bagi pemuda-pemudi.
Tokoh adat Simeon Neno menjelaskan bahwa Li Ngae juga mengandung pantun yang menjadi sarana perkenalan anak muda. “Kalau generasi muda ikut, budaya asli Helong ini tidak akan hilang,” ujarnya. (es/nz)
Dapatkan sekarang