KUPANG, Nttzoom-Operasi Ketupat tahun 2025 yang digelar Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berakhir pada 16 April 2024. Polda NTT pun mengakui operasi berlangsung aman dan lancar. Khususnya selama perayaan dan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
Pelaksanaan operasi Ketupat 2024 berlangsung, secara umum angka kecelakaan lalulintas yang dicatat Polda NTT melalui Ditlantas Polda NTT terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal ini dibuktikan dengan adanya jumlah kecelakaan lalulintas dan kerawanan di wilayah hukum (Wilkum) Polda NTT.
Dirlantas Polda NTT melalui Wadirlantas Polda NTT, AKBP Josep Krisbiyanto, S.I.K menjelaskan, jumlah kecelakaan lalulintas selama tahun 2024 terdapat 38 kasus, sementara di tahun 2023 jumlah kasus akibat kecelakaan lalulintas berjumlah 52 kasus.
Artinya, kata Josep, angka kecelakaan di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023 menurun 14 kasus. Dengan demikian, ujarnya, semua ini berkat kerja sama yang baik antar jajaran dari Polda NTT dan jajaran Polres serta lintas sektoral dalam rangka pengamanan arus mudik Lebaran tahun 2024.
“Angka lakalantasnya menurun dan tingkat fatalitasnya juga menurun. Artinya kita mengurangi jumlah kecelakaan hingga terjadi meninggal dunia akibat lakalantas,” Sebut Wadirlantas Polda NTT, AKBP Josep Krisbiyanto, S.I.K ketika ditemui media ini diruang kerjanya, Kamis (18/4).
Ia katakan, yang mendominasi terjadinya kecelakaan, yakni dari kendaraan roda dua. Penyebab utama terjadinya kecelakaan lalulintas ini karena, kelalaian pengendara, kemudian berkendara dengan kecepatan tinggi serta berkendara dalam keadaan mabuk-mabukan atau minum minuman keras (alkohol).
“Paling banyak kecelakaan lalulintas didominasi dari kendaraan roda dua. Untuk roda empat, tidak banyak. Penyebabnya adalah lalai, kecepatan tinggi dan mabuk-mabukan,” ungkapnya.
Mantan Kapolres Belu ini meminta masyarakat tetap menjaga keselamatan pada saat berkendara. Seperti, memakai helm, tidak kebut-kebutan di jalan, serta melengkapi surat-surat kendaraan bermotor dan jangan minum-minuman keras yang menimbulkan mabuk-mabukan kemudian mengendarai sepeda motor.
“Keselamatan itu yang utama. Sehingga harapan kami, semoga masyarakat terus menjaga keselamatan pada saat berkendara,” imbuhnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang