KUPANG, NTTzoom.com - Suasana Embung Uikiban, Desa Letbaun, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendadak ramai pada Sabtu (9/8/2025) siang. Sebanyak 30 peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam lomba mancing tradisional yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-19 Desa Letbaun.
Dengan berbekal sebilah bambu dan kail kecil, para peserta beradu ketangkasan memancing ikan mujair yang telah dilepas panitia ke dalam embung. Tak hanya kaum pria, peserta wanita pun turut meramaikan lomba ini.
Salah satunya adalah Ina, warga Bolamtami, Desa Otan, yang tampil percaya diri menunjukkan kemampuannya. Berpengalaman memancing bersama anaknya di embung desa, Ina tak canggung menyaingi peserta pria. Dalam waktu 45 menit, ia berhasil menggaet dua ekor mujair, sementara beberapa peserta pria justru pulang dengan tangan kosong.
“Biasanya saya mancing di embung bersama anak. Senang dan bangga bisa dapat dua ekor,” ungkap Ina sambil tersenyum.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kupang, Yosep Lede, mengatakan, Embung Uikiban memiliki potensi wisata yang unik karena menjadi satu-satunya destinasi di Kabupaten Kupang yang menggelar perlombaan dayung maupun memancing.
“Mestinya ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk dikembangkan, sehingga lomba di sini tidak hanya melibatkan warga Pulau Semau tetapi juga peserta dari luar. Makanya ini harus diagendakan secara baik menjadi agenda tetap Kabupaten Kupang,” ujarnya.
Bupati Yosep menambahkan, pihaknya berencana membenahi fasilitas di Embung Uikiban, termasuk memperbaiki area embung, agar benar-benar menjadi tempat yang representatif untuk perlombaan berskala lebih besar.
Lomba mancing tradisional ini menjadi ajang hiburan sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga. Selain menguji kesabaran dan keterampilan, kegiatan ini juga menghidupkan kembali tradisi memancing sederhana yang kian jarang dijumpai. (es/nz)
Dapatkan sekarang