Penanganan Covid-19 dan Pariwisata Jadi Prioritas Pemda Sumba Barat
Suasana pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Sumba Barat di Aula H. Boeky, Bappelitbangda NTT, Jumat (16/7)
Redaksi
16 Jul 2021 18:47 WITA

Penanganan Covid-19 dan Pariwisata Jadi Prioritas Pemda Sumba Barat

KUPANG, NTTZOOM - Rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumba Barat mulai dikonsultasi dan dibahas bersama Pemerintah Provinsi NTTmelalui Bappelitbangda. 

Dalam rancangan awal RPJMD Kabupaten Sumba Barat disebutkan, yang menjadi perioritas pembangunan jangka menengah, yakni penanganan pandemi Covid-19 dan pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak pendapat serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, disusul program-program unggulan lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu tertuang dalam pemaparan rancangan awal RPJMD Sumba Barat pada pertemuan bersama Bapplitbangda NTT serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) NTT lainnya secara virtual bertempat di Aula H. Boeky, Jumat (16/7).

Presentase rancangan awal RPJMD Sumba Barat 2021-2026, disampaikan langsung Bupati Yohanis Dado, SH dengan dipimpin oleh, Kepala Bappelitbangda NTT, Ketua dan Wakil ketua DPRD Sumba Barat, Asisten I, II , dan III, serta Kapala Bappelitbangda Sumba Barat dan tim.

Yohanis Dado pada kesempatan itu menyebutkam, Covid-19 ditempatkan di urutan pertama karena menjadi musuh bersama masyarakat dunia, sehingga pencegahan, penanganan dan pengembangan ekonomi menjadi tujuan utama.

Dikatakan, dampak dari pandemi ini sangat dirasakan terutama pada kontribusi PAD terhadap APBD. Kontribusi PAD mengalami penurunan hingga 8 persen padahal sebelum Covid-19, pemasukan untuk APBD lebih dari 10 persen. 

Dari permasalahan yang sudah ditetapkan, pihaknya melakukan pemetaan untuk melihat permasalahan, solusi dan tindakan cepat yang dilakukan. 

Ada isu strategis yang perlu dilakukan dalam kebijakan, mulai 2021-2026 yakni pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat karena pariwisata di Kabupaten Sumba Barat merupakan kelas dunia. 

"Perhotelan dan kekayaan alam menjadi unggulan kami dan sudah menjadi perhatian dunia. Dalam rancangan ini kami mengelola secara baik untuk peningkatan PAD," sebutnya. 

Selain itu pada sektor lain seperti kesehatan dalam hal ini masalah stunting dan gizi buruk juga menjadi penting dalam penanganannya. Sementara sektor pertanian, pendidikan dan lain-lain juga masuk dalam tujuan pembangunan.

"Ini juga kami akan mempersiapkan perdanya sehingga semuanya bisa mengelola semua sektor pengembangan. Untuk mewujudkan visi misi kami," tandasnya. 

Terpantau, kegiatan ini masih berlangsung dan usai prestasi, rancangan awal ini mendapat respon positif dari semua stakeholders dalam menyusun RPJMD tersebut.(zt/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai