* Cabor Bulutangkis Berpeluang Juara pada PON 2028
KUPANG, Nttzoom-Pengamat Olahraga Dr.Johni Lumba menilai, pada PON 2028 mendatang, cabang olahraga (Cabor) Bulutangkis atau Badminton yang turut mengikuti kompetisi, berpeluang meraih juara jika kepengurusan PBSI Provinsi NTT khususnya bidang pembinaan dan prestasi terus melakukan penjaringan atlet di setiap daerah.
Menurutnya, talenta atlet berbakat cabang olahraga (Cabor) bulutangkis berasal dari berbagai daerah di NTT terus lahir. Namun, mengantarkan atlet berbakat hingga berprestasi dan mengharumkan nama NTT di tingkat nasional hingga internasional membutuhkan komitmen dan konsistensi.
Hal ini berkaitan dengan pola pembinaan berjenjang, akselerasi prestasi, maupun sponsorship. Demikian pun perhatian terhadap masa depan atlet sehingga ekspektasi talenta muda terhadap Cabor Badminton tetap terjaga.
"Untuk mencapai target para atlet yang berprestasi di NTT pada Cabor Bulutangkis, maka kekuatan utama harus ada di bidang pembinaan dan prestasi. Itu harus terus dilakukan," ungkap Pengamat Olahraga pertama di NTT, Dr. Johni Lumba, M.Pd kepada nttzoom.com, Selasa (18/7).
Apalagi, puji Dekan PJKR UKAW Kupang itu, salah satu program yang dilakukan Ketua Umum (PBSI), Ir. Alexander Foenay yakni program bulutangkis masuk sekolah. Hal ini menurut dia, dapat menjadi salah satu program keseriusan untuk mencari bibit-bibit pelajar yang masih berusia dini pada olahraga bulutangkis. Seperti pada usia 11-12 hingga 13 tahun. Artinya, masih di bangku SD (Sekolah Dasar).
"Program ini sangat bagus, tepat sekali. Karena, masih lima tahun lagi baru PON 2028 dilaksanakan. Artinya Cabor bulutangkis di NTT bisa terus mencari pelajar-pelajar di setiap sekolah untuk lakukan pembinaan," cetusnya.
Untuk mencapai puncak prestasi, lanjut Johni, pengurus PBSI Provinsi NTT terus menyelenggarakan program pembinaan berjenjang yang berorientasi pada prestasi baik di tingkat daerah maupun nasional. Sehingga, pusat-pusat pembinaan di daerah menyerap talenta muda atlet untuk dibimbing dan ditempa menjadi atlet andal, yang bakal diseleksi melalui sistem kompetisi berjenjang hingga melahirkan atlet yang siap bertanding di kancah nasional maupun internasional.
Johni Lumba juga mengapresiasi Ketum PBSI Provinsi NTT, Ir. Alexander Foenay dan jajaran kepengurusan PBSI NTT yang terus melakukan berbagai even di tingkat daerah. Hal ini menunjukkan komitmen Pengurus PBSI NTT masa bakti 2022-2026. Ini menjadi momentum mencari atelt-atlet yang berkompeten dalam bidang olahraga bulutangkis di NTT.
"Bukan saja untuk PON 2028, namun untuk terus-menerus. Hal ini sangat menunjukkan kepengurusan PBSI NTT masa bakti ini punya niat yang baik untuk olahraga bulutangkis di NTT," sebutnya.
Bahkan, ia juga bersedia untuk memberikan pelatihan kepada para atlet bulutangkis di NTT untuk persiapan atlet-atlet yang terbaik menanti PON 2028.
Dia menyebutkan, pada PON 2028 mendatang, NTT yang menjadi tuan rumah sehingga setiap Cabor di NTT bebas dari kualifikasi. Artinya ini berpeluang bagi para atlet untuk berkompetisi pada bidang olahraga masing-masing.
"Saya bersedia membantu memberikan pelatihan jika dari kepengurusan PBSI NTT meminta saya. Saya siap. Kan NTT jadi tuan rumah PON 2028, jadi atlet-atlet pada Cabor di NTT lolos tanpa kualifikasi," timpalnya.
Sebelumnya, Ketua Umum BPSI NTT Ir.Alexander Foenay bersama jajaran menggelar turnamen Bulutangkis yang mempertandingkan beberapa kategori. Dan turnamen tersebut bertujuan untuk menyeleksi atlet-atlet berbakat dari tingkat bawah, mulai dari SD, SMP dan SLTA.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang